Lestarikan Burung Endemik, PBI Kediri Gelar Lomba Burung Berkicau

Kota Kediri, Bhirawa
Pelestari Burung Indonesia (PBI) Kediri menggelar Lomba Burung Berkicau Piala Kerajaan Kediri di Taman Tirtoyoso Kota Kediri, pada Minggu (22/11). Lomba ini juga sebagai ajang silaturahmi antar peternak burung, perlombaan ini bertujuan untuk melestarikan burung endemik yang ada di Indonesia sekaligus pemulihan ekonomi di Kota Kediri.

Ketua PBI Kediri, Erik Langgeng mengatakan, dalam perlombaan tersebut panitia menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Tujuannya agar tidak terjadi penyebaran Covid-19. Bahkan, Dinas Kesehatan Kota Kediri menggelar rapid test terhadap para peserta.

“Kita mematuhi Protokol Kesehatan. Di sejumlah titik kita adakan pembagian masker, cuci tangan, dan disinfektan serta kita berikan handsanitizer untuk para peserta,” kata Erik. Pihaknya mengaku, telah mengantongi izin dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri.

Masih katanya, panitia mensiagakan sejumlah personil di lokasi. Mereka bertugas untuk memecah kerumunan diantara peserta. Selain itu, panitia juga membuat tata tertib perlombaan dengan mengutamakan protokol kesehatan yang wajib untuk dipatuhi oleh seluruh peserta.

Adapun jenis-jenis burung yang diperlombakan dalam ajang kali ini antara lain, Murai Batu, Cucak Hijau, Cendet dan Kacer. Semua burung tersebut menggunakan ring peternak (ciri khas). Tujuannya tak lain adalah bentuk apresiasi kepada para peternak serta program pelestarian spesias burung asli Indonesia yang terancam punah.

“Harapan dari lomba kicau ini, agar burung endemik tidak punah. Kalau burung impor, biasanya kita masukkan kelas impor. Tetapi dalam perlombaan kali ini bertepatan dengan masa pandemi, kita tiadakan untuk kelas burung impor,” tegasnya. “Kemudian hadiahnya 100 persen untuk peserta,” imbuhnya. (van)

Tags: