Lima Desa di Lereng Gunung Kelud dan Wilis Krisis Air Bersih

DPRD Kota Kediri meninjau langsung droping air di Kelurahan Pojok Kota Kediri.

Kabupaten Kediri, Bhirawa
Musim kemarau yang cukup panjang mengakibatkan lima desa di lereng gunung kelud dan lereng gunung wilis, tepatnya di 4 Wilayah Kecamatan Kabupaten Kediri sejak dua minggu terakhir ini mengalami kekeringan krisis air bersih.
Lima Desa yang teridentifikasi tersebut antara lain Desa Kalipang, Desa Semen, Desa Bobang, Desa Asmorobangun, serta Desa Puncu. 5 Desa ini masuk dalam wilayah Kecamatan Puncu, Kecamatan Plosoklaten, Kecamatan Semen dan Kecamatan Grogol.
Kekeringan terjadi, lantaran sumber mata air menyusut dampak dari musim kemarau panjang saat ini. ” Rata – rata kekeringan yang terjadi ini berada di lereng kaki Gunung Wilis dan Gunung Kelud. Tetapi tidak semua berada dititik puncak. Adanya dampak dari musim kemarau yang panjang ini, mengalami penurunan debit air sampai terjadi kekurangan pemenuhan kebutuhan sehari hari,” Terang Randy Agata Sakaria Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri Rabu (13/11).
Randy menyebut krisis air bersih yang dialami warga dikategorikan masih dalam batas level ringan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, sejumlah warga yang wilayahnya terdampak kekeringan, sementara waktu terpaksa harus memanfaatkan air sungai guna memenuhi keperluan sehari hari.
Pihak BPBD sendiri, setiap harinya intens mendroping air bersih sebanyak 40 ribu liter. Air bersih tersebut terdistribusikan melalui 2 unit truck tanki yang setiap harinya berkeliling mendatangi wilayah terdampak kelangkaan air bersih.
“Saat ini kita lakukan droping di 5 desa, yaiti di 4 Kecamatan. Perharinya kita sesuaikan dengan kebutuhan. Kita maksimalkan kita bagi, karena menggunakan 2 armada truck tangki dengan kapasitas 4 ribu liter. Itu rata rata dari 2 truck tangki bisa terdistribusikan sekitar 40 ribu liter. Kita sesuaikan kebutuhan dilapangan, dengan sistem gilir, ” ujarnya.
Ia menambahkan upaya lain yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Daerah untuk solusi jangka panjang dalam penanganan krisis air bersih yakni pembuatan sumur bor, pipanisasi serta penghijauan atau reboisasi. ” Salah satunya merupakan upaya upaya untuk penahanan krisis air bersih, dalam waktu ke depanya. Termasuk penghijauan itu, ” tandasnya.
Sementara itu, di Kota Kediri tepatnya di Kelurahan Pojok yang terkena dampak dari kemarau panjang, namun krisis air bersih yang melanda di kota ini cukup parah, karena hampir 5 RT yang berpenghuni 422 KK mengalami krisis air bersih, hingga BPBD Kota kediri harus mengambil langkah dengan melakukan droping air sehari mencapai 5 ribu liter sejak 31 oktober hingga sekarang.
Dari persoalan krisis air bersih ini ketua komisi B Erita dewi mengungkapkan jika belum ada langkah perhatian dari pemerintah,” Apa mungkin karena terpencil atau gimana, namun ini tadi berkumpul dari dinas pertanian, pdam, bpbd, mereka nanti merencanakan pengeboran irigasi 1, pdam 2 titik, saya berjuang dan ini harus teralusasi tahun depan” tandas Erita. [van]

Tags: