Lima Orang Terdeteksi HIV/AIDS Saat Donor Darah

positif-mengidap-hiv-ilustrasi-_130701164452-603Sumenep, Bhirawa
Sebanyak 5 orang terdeteksi menderita penyakit HIV/AIDS di tahun 2014 ini, saat mendonorkan darahnya di Palang Merah Indonesia (PMI) Sumenep. Mereka termasuk pendonor pasif.
Ketua PMI Sumenep, Kurniadi mengatakan, lima orang warga Sumenep yang menderita penyakit HIV/AIDS itu diketahui saat donor darah. Dari lima penderita itu terdeteksi saat bhakti sosial dan donor darah biasa saat dibutuhkan keluarganya. Namun, karena terdeteksi mengidap penyakit mematikan, PMI langsung memusnahkannya.
”Tahun ini tertinggi jumlah warga yang terdeteksi menderita penyakit HIV/AIDS, padahal di tahun-tahun sebelumnya hanya ada satu atau dua orang saja, bahkan tidak ada,” kata Kurniadi, Kamis (4/12).
Menurut Kurniadi, untuk menguatkan hasil tes laboratoriun yang dilakukan PMI, pihaknya juga mengirim sample darah lima orang itu ke UTD Jakarta untuk dilakukan tes. ”Hasilnya sama dengan yang dilakukan kami. Itu hanya untuk memastikan saja,” ujarnya.
Kurniadi menegaskan, setelah hasilnya positif, pihaknya langsung memanggil orang yang bersangkutan untuk memberitahukan kalau dirinya mengidap penyakit HIV/AIDS, sementara keluarga yang bersangkutan tak diberitahu. Hanya saja, yang bersangkutan dihimbau agar menghindari kontak langsung dengan keluarganya seperti berhubungan intim harus menggunakan alat kontrasepsi.
”Menggunakan jarum suntik tak boleh bergantian. Yang jelas, semua bentuk penularan harus dijauhi agar penyakitnya tak menular ke keluarganya,” tegasnya.
Kurniadi juga menyatakan, untuk kebutuhan darah di kabupaten ujung timur Pulau Madura ini sebanyak 30-40 kantong darah perbulan. Sementara, persediaan yang tersimpan di PMI tidak sampai 40 kantong darah.
Pendonor aktif di PMI Sumenep tercatat sebanyak 150 orang setiap bulan seperti dari TNI dan Polri. Sedangkan pendonor pasif juga banyak, siap dipanggil saat dibutuhkan. [sul]

Tags: