Lima Paket Pelatihan Berbasis Kompetensi Diikuti Pencaker dan Korban PHK

Kepala Disnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo mengalungkan tanda peserta sebagai tanda dimulainya lima paket pelatihan berbasis kompetensi yang diselenggarakan UPT Balai Latihan Kerja Surabaya, Selasa (10/11).

Pemprov, Bhirawa
Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK) Surabaya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur (Disnakertrans Jatim) membuka lima paket pelatihan berbasis kompetensi. Pelatihan diikuti para Pencaker (Pencari Kerja) dan korban PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), Selasa (10/11) kemarin.
Usai membuka pelatihan , Kepala Disnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo berharap, ketika lulus dari pelatihan BLK bisa langsung mendapatkan sertifikasi, agar memiliki sertifikasi profesi dan bisa bekerja.
“Ketika bekerja, bisa segera mendapatkan upah, berdampak meningkatnya daya beli maka ekonomi di Jatim tumbuh lebih baik pada 2021 mendatang, meskipun dalam masa pandemi saat ini,” katanya.
Menyikapi hal itu, peserta harus bersungguh – sungguh dalam mengikuti berbagai materi yang diberikan BLK Surabaya. Karena bagi peserta memenuhi standar kompetensi yang telah ditentukan dalam pelatihan ini, akan diberikan sertifikat pelatihan berbasis kompetensi dari UPT BLK Surabaya, sekaligus mengikuti uji kompetensi sertifikasi oleh BNSP.
Himawan juga menjelaskan, peserta pelatihan yang merupakan kaum milenial ini diharapkan tidak banyak terpengaruh secara negatif dengan keberadaan perangkat digital, seperti handphone.
“Karena semua yang ada di handphone merupakan hal yang maya, sedangkan kita hidup di kehidupan nyata. Jangan sampai handphone yang mengendalikan kita semua. Handphone mendekatkan yang jauh tapi juga bisa menjauhkan yang dekat,” ujarnya.
Himawan juga berpesan agar peserta selalu menghormati orang tua. ”Ketika lulus dan bekerja, saya juga ingatkan jangan lupakan orang tua. Sukses setiap orang tidak ada gunanya jika melupakan orang tuanya,” pesannya.
Sebelumnya, Kepala UPT BLK Surabaya, Siswanto menjelaskan, tujuan diselenggarakan pelatihan untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas dan etos kerja para pencari kerja sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan.
“Pelatihan di BLK ini juga untuk memberikan pengetahuan, ketrampilan dan sikap disiplin bagi para pencari kerja sesuai dengan standar yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja,” tandasnya.
Dalam pelatihan berbasis kompetensi berjumlah lima paket, masing – masing terdiri dari 16 siswa sehingga jumlah seluruh siswa adalah 80 orang ini terdapat dua metode pelatihan seperti klasikal dan tutorial secara materi, kemudian klasikal dan tutorial secara praktek. Penilaian peserta terdiri dari tiga aspek, yaitu sikap perilaku, pengetahuan teori, dan kemampuan praktek.
Salah satu peserta pelatihan, Barkah Aprillyati (38)mengatakan, dirinya sebelumnya bekerja menjadi salah satu admin yang ada di perusahaan. Ketika sudah tidak bekerja, ia ingin menambahkan ketrampilan servis handphone.
“Ya berlatar belakang handphone rusak dan perbaikan lama, akhirnya saya ingin belajar untuk servis handphone. Jika kelak lulus dari BLK ini, saya bisa membuat usaha servis handphone sendiri yang ada di toko kecil yang saya miliki sekarang,” kata lulusan S1 ini. [rac]

Tags: