Lindungi Karya Siswa SMK Antartika 2 Sidoarjo MoU dengan Kemenkumham

Kepala SMK Antartika 2 dan Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Jawa Timur menunjukkan berkas MoU.(achmad suprayogi/bhirawa)

Sidoarjo, Bhirawa
SMK Antartika 2 Sidoarjo betul-betul melindungi karya-karya siswanya secara total. Terbukti pihak sekolah telah melakukan kerjasama dengan Kemenkumham (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia), yang diperkuat dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara pihak SMK Antartika 2 Sidoarjo dan Kemenkumham.

Prosesi MoU ditandatangani langsung oleh Kepala SMK Antartika 2 Sidoarjo Retno Purwolystiorini, SE M. M Pd dan pihak Kemenkumham oleh Dr. Subianta Mandala SH, LLM selaku Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Jawa Timur yang didampingi pula oleh Kabid Pelayanan Hukum, Ka Subbid Pelayanan KI serta Penyuluh Hukum Muda.

Kepala SMK Antartika 2 Sidoarjo Retno Purwolystiorini menuturkan kalau kerjasama ini berawal dari terbitnya buku karya siswa. Yakni buku ontologi puisi dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Asing maupun Bahasa Jawa yang sudah dicetak dan sudah mendapatkan ISBN (International Standard Book Number).

Adapun tujuan kerjasama ini adalah merupakan bentuk perjanjian untuk melindungi karya dan produk hasil olah pikiran siswa dan tenaga kependidikan, yang sesuai peraturan perundang-undangan.

“Sekolah berkomitmen untuk melindungi semua karya dan produk hasil olah pikiran siswa, maupun tenaga kependidikan dengan pendaftaran kekayaan intelektual,” tutur Bu Retno, sapaan sehari-harinya.

Menurutnya, pendaftaran kekayaan intelektual itu terdiri dari merek yang ditampilkan secara grafis, yakni berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, warna baik dalam bentuk 2D ataupun 3D), serta desain industri dan hak cipta.

“Jadi, SMK Antartika 2 Sidoarjo ini merupakan satu-satunya sekolah yang menjalin kerjasama dengan Kemenkumham,” katanya, Jumat (26/6).

Selain melindungi karya intelektual, kami juga berharap, kepada sekolah-sekolah yang lain bisa melakukan hal serupa.

“Jadi sangat berguna untuk melindungi kekayaan intelektual yang sudah diciptakan oleh warga sekolahnya, agar terlindungi secara hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Jawa Timur Subianta Mandala juga berharap kedepannya akan ada sekolah-sekolah lain atau lembaga pendidikan lain, maupun perorangan untuk mendaftarkan kekayaan intelektualnya ke Kemenkumham.

“Tujuannya supaya karya yang dihasilkan mendapatkan perlindungan secara hukum,” harap Subianta Mandala.(ach)

Tags: