Longsor Kota Batu Sebabkan Rumah Hancur

7-foto B nas-1207 Longsor Durek1Kota Batu, Bhirawa
Semakin tingginya intensitas hujan harus mulai diwaspadai warga Kota Batu. Sabtu (6/12) siang, sebuah rumah milik Tumar, 45 th, yang ada di Dusun Durek, Desa Giripurno, Kecamatan Junrejo rusak parah akibat terbawa arus longsor. Meskipun tak ada korban jiwa, tetapi kejadian ini mengakibatkan separuh rumah tersebut hancur dan memaksa penghuninya mengungsi.
Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, pada Sabtu (6/12) di Kota Batu diguyur hujan sejak pagi. Adapun di belakang rumah milik Tumar dekat dengan perengan atau jurang. “Sebenarnya perengan yang ada di sana sudah diplengseng oleh warga. Namun nampaknya plengsengan ini tak dapat mencegah terjadinya longsor,” ujar Kasie Logistik dan Kebencanaan BPBD, Abdul Rochim, Minggu (7/12).
Menurutnya, lamanya hujan yang mengguyur Batu mengakibatkan kondisi tanah menjadi basah dan lunak. Akibatnya, tanah yang ada di belakang rumah Tumar longsor ke bawah. Celakanya, longsor tersebut juga membuat tanah yang ada di rumah milik Tumar ikut ambles. Hal ini membuat separuh rumah tersebut hancur ikut terbawa longsor.
“Rumah Tumar ini berukuran 5×5 meter. Dan dengan adanya longsor ini membuat 2×2,5 meter dari bangunan rumah ikut hancur. Kini rumah ini menyisakan ruang tamu dan ruang tengah saja. Sedangkan dapur dan kamar sudah hilang (hancur-red),” jelas Rochim.
Petugas BPBD yang mendatangi lokasi longsor langsung membantu mengevakuasi perabot rumah korban (Turman-red) yang masih terselamatkan. Dan untuk sementara, Turman bersama dua anggota keluarganya yang lain terpaksa diungsikan dan tinggal sementara di rumah tetangganya.
Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian hingga ratusan juta Rupiah. Dan untuk mengantisipasi kejadian serupa, BPBD meminta agar warga meningkatkan kewaspadaannya terutama saat turun hujan. Kewaspadaan juga harus ditambah untuk tempat hunian yang berada di dekat jurang, ataupun di bawah bukit.  “Harus diawasi dan dipastikan bahwa saluran untuk air hujan tidak tersumbat dan bisa dialirkan ke saluran pembuangan yang telah dipersiapkan,” pesan Rochim.
Apalagi saat berita ini ditulis, wilayah Malang Raya kembali diguyur Hujan berkepanjangan. Beberapa daerah rawan bencana harus mendapatkan pengawasan ekstra, baik dari petugas maupun warga masyarakat. “Beberapa titik yang harus mendapatkan perhatian ekstra itu di antaranya, Payung, Mbrau, Mbrumbung, Toyomerto, Durek, dan Cangar,”pungkas Rochim. [nas]

Keterangan Foto: Warga Dusun Durek melakukan kerja bhakti membantu Turman membersihkan material bangunan yang hancur tergerus longsor, Minggu (7/12).

Tags: