Lulus SMK Bisa Langsung dapat Gelar Diploma

uploadDindik Jatim, Bhirawa
Peserta didik yang menempuh di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan(SMK)  bakal langsung mendapat ijazah setara Diploma Satu(D1). Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim saat ini merencanakan kerja sama dengan sejumlah politeknik untuk pengembangan lulusan SMK setara diploma.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Dr Harun MSi mengatakan, saat ini rencana tersebut tengah digodok bersama sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Salah satu yang hampir pasti menyetujui rencana ini adalah Politeknik Elektro Negeri Surabaya (PENS).
“Ini baru pilot project. Selanjutnya akan terus dikembangkan sasaran dan kerjasamanya dengan perguruan tinggi lainnya,” tutur Harun saat dihubungi, Senin (23/6).
Untuk mendapat gelar ini, siswa SMK akan langsung dibimbing dosen PTN di sekolah masing-masing. Mekanismenya menggunakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Siswa akan menambah masa belajar selama satu sampai dua tahun , lebih lama dari normalnya tiga tahun.
Tetapi keuntungannya, siswa bisa langsung meraih ijazah diploma (D) 1 atau D2. “Seperti akademi komunitas tetapi fokus pada pendidikan vokasi,” tutur Alumnus terbaik Lemhanas 2008 itu.
Kabid Pendidikan Kejuruan dan Perguruan Tinggi (Dikmenjur Perti) Dindik Jatim Drs Hudiyono MSi menambahkan, awal mula program ini digagas antara lain disebabkan rendahnya tingkat pendidikan pencari kerja (Pencaker) di Jatim.
Sementara tantangan dunia industri jelang diberlakukannya ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada 2015 menuntut sumber daya manusia yang terdidik semakin tinggi. “Kita berharap ada pergeseran kelas pencaker dari bawah ke menengah atau setara diploma,” ungkap dia.
Hudiyono mengatakan, sejauh ini lulusan SMK merupakan pencaker yang paling diminati oleh dunia industri. Namun realitasnya justru terbalik, pencari kerja dari lulusan SMK justru paling sedikit di banding lulusan SMA dan SMP.
Pada tahun 2013 misalnya, Hudiyono memaparkan jumlah lowongan di Jatim untuk jenjang SD sebesar 0,12 persen, SMP 0,82 persen, SMA 2,57 persen dan SMK 4,4 persen. Sementara jumlah pencari kerja per jenjang mulai SD 4,52 persen, SMP 36,65 persen SMA 33,55 persen dan SMK 17,06 persen.
“Dari jumlah lowongan dan pencaker itu, SMK mendapat porsi penempatan paling tinggi,” tutur dia. Jika diranking, penempatan perjenjang SMK yang tertinggi yaitu 61,17 persen, disusul SMP 17,86 persen, SD 10,1 persen dan SMA hanya 7,67 persen.
Sementara itu, peluang besar justru disia-siakan oleh lulusan diploma. Tidak banyak yang minat mengisi lowongan kerja, mulai dari D1 hanya 0,23 persen pencaker dengan lowongan 41,74 persen dan D2 hanya 0,55 persen pencaker dengan lowongan 3,72 persen. “Kami membaca ini sebagai peluang bagi lulusan SMK. Karena itu, sedang kita usahakan agar lulusan SMK dapat mengisi lowongan yang disia-siakan oleh lulusan diploma ini,” tutur pejabat yang gemar tenis meja itu.
Melihat tren penempatan terbanyak pencaker lulusan SMK adalah tenaga teknisi atau operator industri maka jurusan diploma yang akan disesuaikan. “Misalnya sistem informasi, teknologi terapan dan teknologi pengolahan hasil kelautan dan pangan. Sementara ini yang akan jadi prioritas untuk memenuhi kebutuhan industri,” pungkas dia. [tam]

Persentase Jumlah Pencaker, Lowongan dan Penempatan Berdasar Tingkat Pendidikan Thn 2013
Jenjang  Pencaker  Lowongan  Penempatan
SD  4,52 %  0,12%  10,10%
SMP  36,65%  0,82%  17,86%
SMA  33,55%  2,57%  7,67
SMK  17,06%  4,40%  61,17%
D1  0,23%  41,74%  0,00%
D2  0,55%  3,72%  0,00%

Keterangan Foto : Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Dr Harun MSi.

Tags: