LVRI Bondowoso 2020-2025 Dilantik, Mujahid Siap Berikan Loyalitas Kinerja

Wakil Bupati Bondowoso, H Irwan Bachtiar Rahmat saat memberikan sambutan di acara pelantikan Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Legium Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Bondowoso periode 2020-2025. (Ihsan Kholil/Bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Legium Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Bondowoso periode 2020-2025 baru saja dilantik di kantor setempat di Jl. Letnan Sudiono, Rabu (29/1).
Ketua LVRI periode sebelumnya, Moch. Mujahid kini kembali terpilih memimpin para veteran Bondowoso. Pelantikan itu, dilakukan langsung oleh Wakil Ketua LVRI Jawa Timur, Kolonel Marinir Purnawirawan Gatot Suharyoso.
Ketua LVRI terpilih itu menyampaikan dalam sambutannya, bahwa kesiapannya untuk memberikan loyalitas kinerja kepada organisasi. Di awal kepengurusan yang baru ini, jelasnya, pihaknya lekas memulai beberapa program. Salah-satunya dengan menjalin kerja sama dengan Kwarcab Pramuka Bondowoso untuk menanamkan nilai juang 1945 kepada generasi muda.
Mujahid sapaan akrabnya itu menjelaskan, bahwa misi menanamkan nilai juang tidak akan dapat terwujud tanpa ada kerja sama antar organisasi. Oleh sebab itu, pihaknya sangat membutuhkan bantuan anggota pramukan untuk melakukan pembinaam terhadap generasi penerus bangsa.
“Ini adalah trobosan untuk melakukan pembinaan melalui pramukaan dengan harapan cinta terhadap NKRI,” Jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bondowoso H Irwan Bachtiar Rahmat mengucapkan selamat kepada pengurus LVRI yang baru. Dia berharap di bawah kepemimpinan Mujahid LVRI Bondowoso lebih baik. Wabup Irwan menegaskan jika bakti kepada negara harus tetap dilanjutkan tanpa melihat batas usia.
“Selamat, semoga bebuah baik terhadap pembangunan. Semoga pengurus yang baru bisa berkembang melajutkan bakti kepada negara tanpa batas tahun,” paparnya.
Sedangkan, Politisi PDI-P itu mengapresiasi kerja sama antara LVRI Bondowoso dengan Kwarcab Pramuka dalam rangka menanamkan nilai-nilai juang 45 kepada generasi muda.
Wabup Irwan meyakini jika kolaborasi itu sangat tepat dalam mensosialisasikan maupun melakukan pembinaan penananaman kecintaan kepada tanah air kepada generasi muda. Ia meyakini jika upaya tersebut bisa mengantisipasi generasi muda terjerumus kedalam kelompok inkonstitusional seperti beberapa kasus yang viral beberapa pekan ini.
“Ini salah satunya dengan upaya memberikan paham keindonesian ini,” jelasnya.
Dijelaskannya, bahwa persoalan kesalahan memahami sejarah tidak boleh dianggap remeh. Oleh sebab itu, pemerintah telah mendeteksi sejak dini. Namun memang lebih baik melalukan pencegahan dengan pola penguatan keindonesian sejak dini kepada generasi muda. Agar di masa yang akan datang tidak timbul benih-benih pemecah persatuan bangsa.
“Mereka (Kelompok inkonstitusional seperti Sunda Empire) kan memaksa membangun romantisme sejarah. Maka dari itu kita harus deteksi sejak dini utamanya di Bondowoso. Supaya tidak ada embrio pemeceh persatuan bangsa,” pungkasnya.
Pantauan Bhirawa di lokasi, usai prosesi pelantikan tersebut, dilaksanakan penanda tanganan naskah perjanjian kerja sama anatara LVRI dengan Kwarcab Pramuka Kabupaten Bondowoso. [san]

Tags: