Madin di Pasuruan Mulai Melaksanakan Tatap Muka

Madin di Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Saat ini, kegiatan belajar mengajar Madin dan TPQ di Kabupaten Pasuruan mulai kembali melaksanakan dengan tatap muka. [hilmi husain]

Pasuruan, Bhirawa
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Madin (Madrasah Diniyah) dan TPQ (Taman Pendidikan Al Qur’an) di Kabupaten Pasuruan mulai kembali dilaksanakan dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Pengembalian KBM Madin dan TPQ berdasarkan pada SE Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Pasuruan, Nomor 360/01/COVID-19/X2020 tertanggal 5 Oktober 2020.
SE itu mengatur tentang peninjauan kembali atas SE Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Pasuruan Nomor 360/22/COVID-19/IX/2020, yang berisikan pengetatan pemberlakuan Peraturan Bupati Pasuruan Nomor 36 tahun 2020, Peraturan Bupati Pasuruan Nomor 52 tahun 2020 dan penundaan sementara Surat Edaran Bupati tentang SOP (Standar Operasional Prosedur) terkait hajatan, pentas musik, seni dan budaya, TPQ, madin serta kegiatan keagamaan lainnya di Kabupaten Pasuruan.
“Kegiatan belajar mengajar Madin dan TPQ sudah digelar secara PTM sejak tanggal 9 Oktober kemarin,” ujar Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PDPontren) Kemenag Kabupaten Pasuruan, Achmad Sarjono, Senin (12/10).
Meski demikian, semua kegiatan wajib mengikuti protokol kesehatan. Mulai kewajiban santri melakukan wudhu di rumah, memakai masker dan menjaga jarak satu meter dengan teman lainnya.
Terlebih juga, semua lembaga wajib menyediakan tempat cuci tangan, memberikan titik Physical Distancing, termasuk lama pembelajaran separuh dari waktu biasanya. ”Protokol kesehatan wajib dilakukan. Karena, semuanya harus sehat dan dijaga kesehatannya,” jelas Achmad Sarjono.
Sekadar diketahui, pembelajaran di Madin dan TPQ sementara ditiadakan per 24 September sampai 8 Oktober. Hal itu disebabkan Kabupaten Pasuruan masih dalam zona merah Covid 19, sehingga semua kegiatan masyarakat di batasi.
“Setelah ada SE untuk PTM lagi, langsung kami sosialisasikan ke 1.556 Madin dan 1.486 TPQ yang terdata di data Kemenag,” kata Achmad Sarjono. [hil]

Tags: