Madura dan Jawa Timur

Camera 360Oleh :
Sihabuddin
Mahasiswa Pascasarjana (S2) Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Madura merupakan bagian dari Jawa Timur yang tak pernah terpisahkan bagaikan tali temali, apalagi sejak dibangunnya jembatan Suramadu seakan-akan pulau Madura dan Jawa menjadi satu pulau.
Meskipun begitu, pada masa RIS (Republik Indonesia Serikat) Madura pernah terpisah dari Jawa Timur secara administatif menjadi negara Madura dengan ibu kota Pamekasan yang terpisah dari negara Jawa Timur sejak 23 Januari 1948 atas rekayasa Van Der Plas Gubernur Belanda di Jawa Timur. Namun RIS akhirnya bubar dan menjadi Republik Indonesia sebagai negara berdaulat berkat perjuangan bangsa Indonesia karena RIS hanyalah akal-akalan Belanda untuk mempetak-petak Indonesia.
Upaya pembubaran negara Madura menelan banyak korban jiwa rakyat Madura. Namun, berkat perjuangan yang luar biasa negara Madura buatan Belanda pun bubar, pembubarannya dilakukan pada tanggal 15 Februari 1950 di Pamekasan.
Setelah itu, Madura bergabung menjadi bagian dari Republik Indonesia pada 9 Maret 1950. Sejak saat itu, Pulau Madura dan sekitarnya digabungkan dengan provinsi Jawa Timur dengan berbagai alasan, diantaranya faktor geografis yang memang sangat dekat dengan Jawa Timur, faktor historis dimana keduanya sangat mempengaruhi, dan faktor lainnya. Namun, seiring berjalannya waktu timbul wacana tentang pemekaran pulau Madura untuk menjadi provinsi tersendiri atau terpisah dari Jawa Timur, apalagi saat pemilihan presiden 2014 lalu.
Penguatan rencana pemekaran Madura untuk menjadi provinsi tersendiri dengan diselenggarakannya Musyawarah Besar III Masyarakat Madura Se-Indonesia di Hotel J.W. Marriot Surabaya pada 26 Agustus 2007, yang mengagendakan penguatan wacana pembentukan provinsi Madura yang terpisah dari Jawa Timur. Kabupaten yang direncanakan akan menjadi bagian dari Provinsi Madura itu adalah seluruh kabupaten yang ada di Pulau Madura, yakni meliputi: Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep, serta rencana pemekaran Kabupaten Kepulauan Kangean dari Kabupaten Sumenep atau Kota Pamekasan yang dimekarkan dari Kabupaten Pamekasan.
Rencana pemekaran Madura menjadi provinsi tersendiri menimbulkan pro dan kontra di jajaran pejabat pemerintah, bahkan di kalangan masyarakat Madura sendiri. Hal ini disebabkan berbagai faktor. Bagi yang pro untuk berpisah dari Jawa Timur beralasan agar kekayaan SDA Madura dikelola dan dinikmati oleh orang Madura sendiri. Bagi yang kontra, untuk saat ini Madura belum siap menjadi provinsi dikarenakan berbagai hal dan dikawatirkan hanya untuk kepentingan elit politik tertentu.
Romantisme Madura dan Jatim
Dilihat dari segi historis antara Madura dan Jawa Timur saling berkaitan bahkan tak bisa dipisahkan sehingga membentuk satu kesatuan yang utuh. Hal ini bisa dilihat dari sejarah awal berdirinya kerajaan Majapahit yang berpusat di Trowulan Mojokerto Jawa Timur. Tak bisa dipungkiri awal berdirinya kerajaan Majapahit yang didirikan oleh Raden Wijaya karena peran besar Aria Wiraraja penguasa (adipati) Sumenep waktu itu.
Dalam “Prasasti Kudadu” menyebutkan bahwa “Ketika Raden Wijaya melarikan diri bersama 12 pengawal setianya ke Madura, Adipati Arya Wiraraja memberikan bantuan kemudian melakukan kesepakatan “pembagian tanah Jawa menjadi dua” yang sama besar yang kemudian disebut “Perjanjian Sumenep”. Setelah itu Adipati Arya Wiraraja memberi bantuan besar-besar kepada Raden Wijaya termasuk mengusahakan pengampunan politik terhadap Prabu Jayakatwang di Kediri dan pembukaan “hutan Terik’ menjadi sebuah desa bernama Majapahit. Dalam pembukaan desa Majapahit ini sungguh besar jasa Adipati Arya Wiraraja dan pasukan Madura”. Prasasti ini juga mempertegas bahwasannya tokoh-tokoh antara kawasan Madura dan Jawa Timur memang telah menyatu dalam segi kekuasaan sejak zaman Majapahit. Bahkan, saling mendukung antara keduanya.
Saat masa penyebaran agama Islam banyak sekali tokoh-tokoh Madura yang berguru pada Wali Songo di tanah Jawa, khususnya yang berdomisili di Jawa Timur. Bahkan, banyak keturunan Wali Songo seperti keturunan Sunan Ampel dan Sunan Giri berdomisili di pulau Madura dan menjadi tokoh agama di pulau tersebut sehingga saat ini Madura dikenal dengan daerah yang kental dengan agama Islam. Begitu pula dengan raja-raja (adipati) di Madura yang masih saudara dengan raja-raja di tanah Jawa, khususnya Jawa Timur.
Selain itu, di Bangkalan tempat tinggal Syaikhona Kholil seorang ulama besar yang menjadi guru ulama-ulama besar di Jawa Timur bahkan Indonesia. Seperti Hadratus Syaikh KH Hasyim Ashari pahlawan nasional pendiri Nahdlatul Ulama ormas Islam terbesar di Nusantara. Dengan ini semakin memperkuat persaudaraan antara Madura dan Jawa Timur. Pada masa orde baru Jawa Timur pernah dipimpin oleh tokoh asal Madura yaitu Mohammad Noer kelahiran Sampang yang memimpin Jawa Timur pada periode 1967-1976.  Dipercayanya Cak Noer untuk memimpin Jawa Timur menandakan tidak ada diskriminasi politik antara dua wilayah yang dipisahkan oleh selat Madura tersebut.
Hingga saat ini, persaudaraan antara penduduk Madura dengan penduduk Jawa Timur semakin nyata dan semakin mesra. Banyak sekali masyarakat di dua daerah tersebut yang melangsungkan pernikahan antarbudaya (Jawa-Madura). Apalagi saat ini, banyak sekali ditemui orang Madura di Tanah Jawa, begitu pula sebaliknya. Bahkan, di daerah Tapal Kuda banyak masyarakat perpaduan antara buadaya Jawa dan Madura atau yang disebut dengan pendalungan. Perpaduan tersebut semakin menambah romantisme antara kedua budaya besar di Indonesia, khususnya Jawa Timur.
Melihat dari romantisme yang dibangun antara kedua suku besar di Indonesia tersebut, tidak layak rasanya jika Madura berpisah dari Jawa Timur melihat dari sisi sejarah dari zaman Majapahit sampai sekarang. Apalagi saat ini telah dibangun jembatan Suramadu yang mempermudah mobilitas antara kedua daerah tersebut. Jika memang Madura ingin mendirikan otonomi khusus seperti ekonomi, syariah Islam, dan sebagainya hal ini bisa dikomunikasikan dengan para pejabat provinsi Jawa Timur tanpa harus berpisah. Biarkanlah Jawa Timur selalu JAWARA (Jawa-Madura) dalam kebersamaan membangun bangsa dari ujung Timur pulau Jawa.

                                                          ———————— *** ————————

Rate this article!
Madura dan Jawa Timur,5 / 5 ( 1votes )
Tags: