Mahasiswa Baru ITN Malang Ikuti PKKMB Secara Daring

PKKMB ITN Malang dilakukan secara Daring. [m taufiq]

Malang, Bhirawa
Sebanyak 936 mahasiswa baru Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) pada 13 hingga 16 September. Dikarenakan masih dalam masa pandemi, PKKMB yang diikuti mahasiswa dari seluruh Indonesia ini digelar secara Daring.
PKKMB yang mengusung tema, ‘Bersama dalam Keberagaman Menuju Insan Intelektual’, diharapkan PKKMB ini bisa menjadi momen pembelajaran bagi mahasiswa baru untuk menjadi insan intelektual.
Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi, MSEE Rektor, usai pembukaan PKKMB, Senin (13/9), kemarin, menyampaikan, mahasiswa dapat memanfaatkan momen ini untuk belajar tentang kehidupan kampus, sehingga menjalani perkuliahan nanti bisa berjalan lancar. Dengan kondisi pandemi Covid-19 yang tidak kunjung usai, pihaknya mengaku prihatin. Namun ia berharap proses perkuliahan tetap berjalan efektif meski masih harus dilalakukan secara daring.
“Memang kalau kita lihat sekarang prihatin, namun berhasil tidaknya perkuliahan tergantung dari niat dan upaya mahasiswa yang bersangkutan,” ujarnya.
Prof Abraham menyebut untuk menunjang pembelajaran, kami menyediakan sesi konsultasi melalui What’s App, email atau zoom di luar kegiatan perkuliahan. Sehingga dosen membekali mahasiswa agar semangat tinggi mengikuti kuliah.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaa, Alumni, dan Kerjasama ITN Malang, Ir Fourry Handoko ST SS MT PhD IPU mengungkapkan, PKKMB kali ini difokuskan pada pengenalan bagaimana mahasiswa ketika berkuliah di Malang.
“Jadi di kami sudah minta pada panitia untuk menyiapkan buku saku pada mahasiswa, supaya mereka mengetahui apa yang harus dilakukan di Malang,” ungkap Fourry.
Pada PKKMB kali ini, ada beberapa pembicara yang dihadirkan. Diantaranya materi anti korupsi yang disampaikan oleh Polresta, materi pencegahan narkoba dari BNN, materi bela negara, bullying dari ahli hukum.
“Sesuai dengan motto kita keberagaman untuk menuju insan intelektual, jadi kita mendorong mahasiswa untuk tetap menjaga toleransi,” tandasnya.
Dalam kegiatan itu, Mendikbudristek, Nadiem Makarim secara daring berpesan pada mahasiswa baru untuk memanfaatkan Program Kampus Merdeka.
“Melalui program ini, mahasiswa diberi kesempatan selama tiga semester untuk bisa melakukan riset, mengerjakan project kemanusiaan, bahkan melakukan pertukaran mahasiswa di dalam negeri maupun luar negeri. Tetapi ini semua tidak akan membuahkan hasil tanpa dukungan teman – teman mahasiswa,” pesannya. [mut]

Tags: