Mahasiswa Desak DPRD Sumenep Segera Terbitkan Perda Perlindungan Petani

Aktifis mahasiswa PMII dan GMNI Demo DPRD Sumenep

Sumenep, Bhirawa
Aktifis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Sumenep. Mereka menuntut agar wakil rakyat segera menerbitkan peraturan daerah (Perda) terkait perlindungan petani dan buruh.

Sebelum ke kantor dewan, ratusan aktifis mahasiswa itu melakukan aksi ke kantor pusat PT Garam (Tbk) di Kalianget. Tuntutannya, agar BUMN tersebut tidak semena-mena terhadap buruh di perusahaan milik negara tersebut.

Setiba di depan kantor dewan, secara bergantian mereka melakukan orasi, meminta anggota dewan keluar menemui para demonstran tersebut. Selama tiga jam, mahasiswa menunggu, namun tidak satu pun anggota dewan yang keluar menemuinya dengan alasan tidak ada ditempat. Akibatnya, para demonstran dari dua elemen mahasiswa itu terjadi gesekan fisik dengan aparat kepolisian.

“Izinkan kami masuk ke kantor DPRD untuk memastikan keberadaan anggota Dewan,” kata orator aksi, Abdul Mahmud, Senin (12/10).

Massa aksi berjanji tidak akan merusak fasilitas negara melainkan hanya ingin melihat surat tugas dan memastikan apakah semua wakil rakyat Kota Keris memang benar bertugas keluar kota. Namun, aparat kepolisian tidak mengizinkannya.

“Kami ingin menyampaikan langsung tuntutan kami ke wakil rakyat. Makanya mohon kepada aparat kepolisian, kasih kami jalan untuk masuk ke gedung rakyat ini,” ucapnya.

Ia menegaskan, salah satu tuntutannya adalah agar wakil rakyat segera membuat Perda yang berkaitan dengan perlindungan petani dan buruh pasca ditetapkannya RUU Cipta Kerja menjadi Undang-undang. Mengingat, petani dan para buruh di Kabupaten ujung timur Pulau Garam Madura ini sangat membutuhkan perlindungan.

“Salah satu tuntutan kami, anggota dewan segera terbitkan Perda yang berkenaan dengan perlindungan petani dan buruh,” tegasnya. [sul]

Tags: