Mahasiswa Gresik Tolak Smelter PT Freeport

Mahasiswa Gresik Tolak Pembangunan Smelter PT FreeportGresik, Bhirawa
Sejumlah aktivis mahasiswa dan lingkungan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pudak, Kereto Jowo, Mblunat, PMII Lamongan, dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gresik (BEM Ungres). Minggu (1/2) kemarin berdemo menolak pembangunan Smelter PT Freeport di Gresik di Bunderan GKB Gresik. Mereka menuntut PT Freeport tak membangun smelter sebab bisa memperparah kerusakan lingkungan di Kabupaten Gresik.
Dalam melakukan aksinya, mereka membentangkan sepanduk yang bertuliskan. Stop Freeport di Gresik, Selamatkan Lingkungan Bersih di Gresik, Jangan Tambahi Penceraman Lingkungan. Mereka juga melakukan orasi secara bergantian yang intinya menolak pendirian smelter PT Freeport. Maka diharapkan Pemkab jangan menghitung investasi yang akan didapat Pemkab Gresik, begitu sebaliknya Pemkab juga harus menghitung dampak pencemaran lingkungan yang akan mengganggu masyarakat.
Menurut Kordinator Lapangan (Korlap), Ihya Ulumuddin, aksi damai gabungan dari mahasiswa dan LSM di Gresik itu, untuk mengetuk hati Pemkab (bupati ) agar lebih menghitung dampak akibat pencemaran lingkungan yang akan dihirup masyarakat. Karena dengan tumbuhnya industri yang berjumlah ratusan terdiri kecil, menengah, besar. Padahal hingga kini masalah pencemaran pemerintah membiarkan saja.
”Dengan tegas kami menolakĀ  rencana pembangunan proyek smelter PT Freeport Indonesia, karena diĀ  di Papua selama puluhan tahun sudah merusak lingkungan. Kami juga menolak perpanjangan kontrak perusahaan asal Amerika Serikat itu, dan aksi yang dilakukan ini sebagai bentuk protes terhadap keberadaan PT Freeport Indonesia yang telah merusak lingkungan. Karena tak melakukan perbaikan, juga perusahaan asing tersebut melanggar UU Nomor 4 tahun 2009 tentang larangan mengekspor konsentrat mentah,” ujarnya.
Ditambahkan Ulumuddin, PT Freeport mempunyai rencana membangun smelter dengan menyewa lahan Petrokimia Gresik seluas 80 hektar. Seharga Rp76,8 miliar per tahun, dan Petrokimia Gresik menyediakan kebutuhan pembangunan smelter seperti gas, air, dan listrik. Dan keberadaanya tak membuat masyarakat semakin sejahtera, justru kedaulatan negara dan berbangsa dan bernegara diinjak- injak bangsa asing. ”Maka kami tetap menolak keberadaanya di Gresik, apapun alasannya pemerintah, meski beralasan untuk investasi kami tetap menolak,” tegasnya.[kim.eri]

Tags: