Mahasiswa Harus Tingkatkan Kompetensi Hadapi Dunia Kerja

Bojonegoro, Bhirawa
Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bojonegoro menggelar Kuliah Tamu dengan menghadirkan dosen tamu dari Pertamina EP Cepu. Kuliah Tamu ini mengambil tema K3 Konstruksi dan Industri Migas, dengan diikuti total 110 mahasiswa dari empat Program Studi di Fakuktas Saintek, yakni Prodi Teknik Sipil (Semester IIIV), Teknik Industri, Ilmu Lingkungan dan Kimia (Semester II dan IV).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Mayor Sogo, Universitas Bojonegoro ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Wahyudi ST, (Assistant Manager Project Planning and Execution / Construction Site Lead/Wakil Kepala Teknik Tambang di Proyek Gas Jambaran – Tiung Biru), Yusuf Yudowidodo ST, (Safety Specialist di Proyek Gas Jambaran – Tiung Biru), dan Uus Rusmawan ST K3, (Occupational Health and Industrial Hygiene Officer di Proyek Gas Jambaran – Tiung Biru, Pertamina EP Cepu).
Selanjutnya, para pemateri dari Pertamina EP Cepu memberikan pemaparan tentang K3 Konstruksi dan Industri Migas secara bergantian, dengan mengajak mahasiswa ikut aktif dalam mendalami isi dari perkuliahan. Selepas sesi pemaparan materi, para mahasiswa terlibat tanya jawab untuk menggali lebih dalam berkaitan dengan isi materi maupun hal yang berkaitan dengan perkuliahan hari ini.
“Jadi Kuliah Tamu ini sangat bermanfaat dan sudah sesuai dengan mata kuliah yang diajarkan di kampus, empat prodi ini sudah masuk di dalamnya,” ujar Dekan Fakultas Saintek, Harjono, ST MSi.
Harjono menambahkan, kegiatan ini juga memberikan wawasan baru bagi mahasiswa, khususnya untuk semester akhir yang akan bersiap bersaing dalam dunia kerja, juga agar mahasiswa mengetahui lebih memahami tentang K3 sehingga pelaksanaannya nanti diharapkan dapat meminimalkan terjadinya resiko kecelakaan.
Sementara itu, Assistant Manager Project Planning and Execution/Construction Site Lead/Wakil Kepala Teknik Tambang di Proyek Gas Jambaran – Tiung Biru, Wahyudi ST berpesan agar para mahasiswa Universitas Bojonegoro, khususnya Fakultas Sains dan Teknik untuk terus memiliki semangat juang dan kedisiplinan dalam kuliah, mengingat tuntutan kerja dan dunia usaha saat ini semakin tinggi.
“Pesan saya, mahasiswa itu harus mempunyai semangat, kuliah harus disiplin karena sekarang tuntutan dunia kerja dan dunia usaha sangat tinggi, jadi nanti setelah lulus akan dilihat dari pencapaiannya yakni nilai IPK dan tentunya skill atau kompetensi yang dimiliki,” ungkapnya.
Wahyudi juga mengharapkan, agar mulai saat ini para mahasiswa mulai mengasah keterampilan dan kompetensi seperti menguasai bahasa asing, sehingga ke depan akan memudahkan dalam mendapatkan pekerjaan dan bergabung di perusahaan besar. [bas]

Tags: