Majelis Diktilitbang PPM Evaluasi Kurikulum Ismuba SMAM se Sidoarjo

Tim Riset sedang melakukan kegiatannya di SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo. [achmad suprayogi]

Sidoarjo, Bhirawa
Program Ismuba (Al-Islam Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab) berbasis Holistik Integratif yang telah diterapkan SMA Muhammadiyah se Kabupaten Sidoarjo telah dilakukan evaluasi, melalui program Riset Majelis Diktilitbang (Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan) PP Muhammadiyah.
“Program Riset dilakukan mulai Bulan September hingga Nopember 2019 ini bertujuan untuk mentelaah dan menganalisa, mulai dari perencanaan, implementasi, serta melakukan evaluasi kurikulum ISMUBA berbasis Holistik Integratif di SMA Muhammadiyah se Kabupaten Sidoarjo,” terang Tim Riset Khizanatul Hikmah SS MPd dan Muhlasin Amrullah SUd MPd I, saat ditemui Sabtu (23/11) kemarin.
Riset ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilakukan oleh dosen, untuk program ini dengan menggunakan model evaluasi Context, Input, Process dan Product (CIPP).
Hasilnya, perencanaan Kurikulum Ismuba telah mengacu yang dirumuskan oleh PWM Jawa Timur. Dimulai dengan pembentukan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) kemudian menentukan konsep perencanaan strategis pembelajaran sesuai dengan tujuan pendidikan Muhammdiyah. Begitu juga implementasinya telah diselenggarakan dalam bentuk sistem paket, sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri dengan alokasi waktu enam jam pelajaran, (tiga jam pelajaran untuk Mapel Al-Islam, dua jam pelajaran untuk Mapel Bahasa Arab dan satu jam pelajaran untuk Kemuhammadiyahan).
Dosen FAI Umsida ini juga menjelaskan, enam jam pelajaran lainnya terintegrasi dengan mata pelajaran lainnya, dan dan ekstrakurikuler serta pembiasaan pembiasaan yang dilakukan di sekolah seperti membaca Alquran sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, shalat dhuha, shalat dhuhur dan ashar berjamaah, menghafal Alquran, pembinaan ibadah sesuai HPTM, infaq, perayaan PHBI dan lain-lain.
“Jadi, hasil evaluasi dengan model CIPP ini telah membuktikkan bahwa dari segi Context dan Input termasuk baik, dan sesuai dengan penyelenggaraan tujuan Pendidikan Muhammadiyah. Dari segi process pelaksanaan, juga sesuai dengan acuan Majelis Dikdasmen dengan basis kurikulum Holistic Integratif yang menyeluruh dan terintegrasi, melalui standar isi kurikulum, berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan peserta didik,” jelas Khizanatul.
Tim Riset juga sudah menggabungkan antara pengetahuan dan keislaman, serta membentuk dan menanamkan habits nilai – nilai Keislaman di sekolah. Dari aspek product dikatakan baik, karena capaian pembelajaran tidak hanya menyentuh ranah kognitif saja, melainkan afektif dan psikomotorik dalam mata pelajaran ISMUBA.
“Harapan dari Riset ini dapat memberikan hasil terkait implementasi dan evaluasi kurikulum Ismuba berbasis Holistik-Integratif di SMA Muhammadiyah se Sidoarjo, guna meningkatkan standar mutu pengelolaan pendidikan pada Sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sidoarjo secara konsisten,” terang Dosen Fakultas Agama Islam Umsida ini. [ach]

Tags: