Malam Tadi Kembali Kerja

Oleh :
Aming Aminoedhin

malam tadi kembali kerja, setelah lama terasa
berat menulis. sebab ada semacam garis, pijakan
langkah terasa patah. hari-hari lalu dikurung waktu
berpikir seperti pandir.

kembali menata puisi, terasa sulit tertulis
dalam bait. mengeja kata, menata kalimat terasa
begitu berat tertambat. adakah sesuatu itu, bikin
buntu segala kerja memburu?

kerja semalam hanya termangu, mau menulis apa
tak jelas bentuk. mungkin kantuk, atau pikiran suntuk.
ah… tulis saja apa yang bisa tertulis. biar ide itu
tak habis terkikis waktu berlalu.

Desaku Canggu, 26/1/2021

Aming Aminoedhin
P U L A N G

lebih seminggu istirah, terasa hidup dapat berkah.
ada sesuatu kian kuat dari yang dulu. hidup kian
semangat, menatap hari-hari akan berlalu.

cermat dalam kebersihan, teliti dalam kehati-hatian.
hidup itu bersih, bukan sembarangan. sebab
lelara bisa menghadang setiap lorong jalan.

pulang, setelah lebih seminggu istirah. tinggal
doa-doa kian panjang, betah diucap-lafalkan.
ngaji dan berdoa tanpa henti.
sembuh, aktivitas kembali.

Desaku Canggu, 23/1/2021

Aming Aminoedhin
FOTO LAWAS GERAK JALAN

lebih empat dasawarsa foto ini terjadi, gerak jalan
mantingan-ngawi. tampak gagah, sepanjang jalan
bernyanyi. penuh riang indah hati.

kekuatan apa daya juang begitu riang, barangkali
mimpi jadi tentara atau mungkin polisi. langkah
tak goyah, meski hujan jatuh di tengah hutan itu.
tetap riang berlagu.

foto lawas ini, jadi kenangan abadi. juga selembar
piagam, bisa ingatkan semua ini terjadi.
adakah masih kau simpan piagam itu?

Mojokerto, 21/01/2021

aming aminoedhin
SELENDANG MERAH PUTIH

bacalah negeri kita
berjuta indah terbentang
sepanjang tanah tumpah
negeri ini

hijau rimba menawan
kilau biru laut, lelangit membiru rindu
dan gegunung indah tegak gagah
sungai bagai ular membelah pulau-pulau
simpan ikan-ikan berlompatan
memberi rejeki bagi para nelayan
leladang tebu memutih-putih
sawah-sawah menguning bening

mentari memerah setiap pagi, dan
rembulan di langit malam berseri-seri
berkawan bebintang gemerlap
pamer keindahan

bacalah negeri kita
berjuta indah terbentang
sepanjang tanah tumpah
negeri ini, apa lagi
kau dustakan akan negeri ini
berselendang merah putih
berselimut mantra pancasila
bertameng di dada garuda
tapi kau tetap berdusta?

apa lagi kau dustakan akan negeri ini
gemah ripah loh jinawi, masih saja kau dustai
selendang merah putih itu, akan bersedih
barangkali juga merintih

selendang merah putih
berbekal berani dan berhati suci
jangan kau bersedih, apa lagi merintih
jalan masih panjang bagi negeri
dan masih banyak orang punya hati
punya nurani, mengikis mereka
yang suka mendustai negeri ini

Desaku Canggu, 3/7/2019

aming aminoedhin
LIK GIRYADI

ada banyak kenangan bersamamu
dari mimpi-mimpi buat kumpulan puisi
hingga sastrawan pamer lukisan, belum juga
mampu terlaksana hingga kini

jadi juri lomba sastra bersama, telah
tak terhitung angkanya
menabur virus sastra
pada guru dan siswa, betapa indah
kita bercanda sama mereka
terkadang ngamen ludruk puisi
dari Unesa, Malang, Blitar, Solo
hingga Tembi Yogya dilakoni suka-suka

dialog sastra, nyanyi dan ngopi
di bawah rambutan itu, selalu kita
merenda mimpi tanpa batas tepi
melayang jauh tembus pandang, hingga
swargaloka panggung seni tanpa keluh
dari rumah budaya kalimasada
kita sepakat, tak mau berkhianat
pada jagat bernama seni

hidup berada di wilayah seni
memang terasa indah sekali
kadang natah wayang, nulis lakon,
nglukis, berteater, ndhalang, atau sekadar
nulis cerpen dan puisi
perjalanan terasa masih panjang
di depan, seperti fatamorgana
ada dan tiada. tapi mengapa, kau
pilih kata kedua

kata dan kalimat masih banyak kau pendam
berlarat-larat hingga berkarat
garis dan warna belum juga habis, tapi gerimis
airmataku kau pinta tiba-tiba
denting jam dan hari terasa berhenti, waktu
dan mimpiku bersamamu
kaugunting tanpa tanda

ah…hidup memang misteri
ada sesuatu di balik jeruji waktu
kau aku tak pernah tahu

Ngawi, 10/7/2019

aming aminoedhin
PURNAMA REMBULAN DI TEMBI
* Lik Gir

Telah jauh berjalan purnama rembulan
waktu sewindu lalu, jejak itu diawali sudah
tapi seakan baru seminggu kita bertemu-sua
gelarpentaskan ludruk puisi, juga
kentrung guritan
terasa penuh sukacita
dalam jarak antara misteri waktu itu
tiba-tiba kau tinggalkan aku

Purnama rembulan di Tembi
entah keberapa aku lupa
tapi aku tak lupa gelaktawa pemirsa
atas sajian puisi bumbu ludruk kauramu
atau ramuan guritan jadi kentrungan
sajian demi tampilan lucu, kauracik
agar puisi tak hanya menarik
tapi masuk dalam kalbu

Tembi rumah budaya kini
gelarkan sewindu bulan purnama
ada yang terasa hampa, kau tak ada!
gelak tawa pemirsa itu menjauh
kemudian luruh, berupa doa-doa ampuh
menyentuh pintu surga hanya untukmu

Jejak langkahmu tak kutemukan lagi
di amphiteater dan pendapa Tembi
silat lidah dan puisi kaubaca lucu
sirna dimakan misteri waktu

Barangkali puisimu kini
kaubaca sendiri di pendapa surga
begitu sunyi begitu suci

Ngawi, 7/8/2019

Tentang Penulis :
Aming Aminoedhin, nama aslinya: Mohammad Amir Tohar, lahir di ngawi, 22 desember 1957 ; punya predikat ‘presiden penyair jatim’ dijuluki oleh profesor doktor suripan sadi hutomo, almarhum.
puisinya banyak termuat di koran: Jawa Pos, Surabaya Post, Berita Buana, Republika, Harian Fajar, Bhirawa, Singgalang, Sriwijaya Post, Banjarmasin Post, Pikiran Rakyat, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, Bali Post, dan banyak lagi,

——- *** ——–

Rate this article!
Malam Tadi Kembali Kerja,5 / 5 ( 1votes )
Tags: