Malang Creative Center Perkuat Nadi Perekonomian Kreatif Kota Malang

Sejumlah anak-anak antusias bermain di Gedung Malang Creative Center Jl A Yani, Kota Malang, Jumat (17/11). (Abednego/bhirawa)

Kota Malang, Bhirawa.
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung bagi perekonomian. Kemajuan perekonomian di Indonesia maupun di berbagai Provinsi di Indonesia harus mendapat dukungan dari Pemerintah. Khususnya di era revolusi industri 4.O yang menuntut perekonomian menjadi modern melalui ekonomi kreatif.

Perkembangan ekonomi kreatif ini mulai bangkit di Kota Malang. Meski harus merangkak dari nol, kemajuan ekonomi di daerah yang dijuluki Kota Apel ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah setempat. Guna memperkuat ekonomi kreatif ini, Pemerintah Kota Malang membangunkan gedung Malang Creative Center atau yang biasa disebut dengan MCC.

Dibangun pada lahan seluas 4.900 m2, gedung yang beralamatkan di Jl A Yani No 53, Blimbing, Kecamatan Belimbing, Kota Malang, Jawa Timur ini, merupakan langkah strategis dari Pemerintah Kota Malang dalam mendukung industri kreatif dan UMKM di Kota yang disebut juga sebagai Kota Pendidikan.

Lahirnya MCC ini diharapkan bisa membawa dampak yang signifikan bagi Kota Malang, khususnya dalam memperkuat ekonomi kreatif (Ekraf). Kontribusi ekonomi kreatif sangat luar biasa, khususnya pertumbuhan ekonomi kreatif Kota Malang di tahun 2022 yang mencapai 10,01%.

“Persentase tersebut menunjukkan bahwa ketangguhan ekonomi kreatif bangkit pasca pandemi. Kerberadaan Malang Creative Center ini siap menjadi lokomotif masa depan Kota Malang,” kata Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso saat pembukaan Uji Kompetensi Wartawan angkatan 54-55 di Hotel Aria Gajayana Malang, Jumat (17/11).

Bertemakan “Memantapkan Ekonomi Kreatif Masa Depan Ekonomi Kota Malang dan Indonesia”. Erik menerangkan bahwa MCC merupakan wujud nyata dan sebuah langkah dari Pemerintah Kota Malang menuju Malang Kota Kreatif Dunia 2025.

Pada tahun 2015, Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova telah mengumumkan penunjukan 47 Kota dari 33 negara sebagai anggota baru UNESCO Creative Cities Network. “Kota Malang bagian dari Kota kreatif nasional dan dunia. Malang pernah menjadi konferensi nasional untuk lomba kreatif,” ungkap Erik.

Peran Pemerintah Daerah dalam ekonomi kreatif, sesuai dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Yaitu mengatur peran Pemerintah Daerah dan Pemerintah Kota dalam ekonomi kreatif. Dalam Undang-Undang tersebut ada sub terkait urusan ekonomi kreatif dan di bagi menjadi 3, yaitu ada kewenangan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemda Kabupaten/Kota.

“Sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2014, kita wajib menyediakan prasarana. Seperti zona kreatif, ruang kreatif atau kota kreatif sebagai ruang berekpresi, berpromosi dan berinteraksi bagi insan kreatif di daerah Kabupaten/Kota,” jelas erik.

Sementara itu Wakil Ketua Komite Ekonomi Keratif Kota Malang, Fikri Arif mengaku keahiran Malang Creative Center diawali dengan diskusi kopi di warung kopi berlanjut ke ruang komunikasi. Diskusi warung kopi ituah yang mengantarkan kepada ide serta kebutuhan akan ruang berkumpul dan ruang berjejaring dalam menumbuhkan ekonomi kreatif.

“Sesuai kebiasaan, Lek Wes Nglumpuk Mbois Ilakes. Nah, dari situlah MCC terahir, serta peran serta dan kolaborasi 6 (enam) stakehoder hexa helix,” terang Fikri.

Selaku inisiator MCC, Fikri menjelaskan bahwa Malang sebagai Kota penggangguran tertinggi di Jatim. Inisiatif ekonomi kreatif ini sebagai solusi kesenjangan. Gerakan komunitas atau pelaku ekonomi kreatif membangun jejaring ekonomi kerakyatan. Pihaknya pun berinsiatif membangun prinsip dan peran forum lintas komunitas.

“Kita masuk fase ekonomi keempat, sementara potensi SDM manusia semakin menurun. Malang tidak punya wisata alam, yang dimiliki adalah manusianya atau SDM. Sehingga MCC lahir dengan harapan bahwa ekonomi kreatif ini bahan dasarnya adalah SDM nya,” ucapnya.

Senada dengan Fikri dalam mendukung kemajuan ekonomi kreatif. Asandra Salsabila selaku engineering and analystic consultant mengatakan, Artificial Intelligence (AI) bisa dimanfaatkan dalam dunia ekraf. AI tidak perlu ditakutkan, melainkan dirangkul untuk skill ekraf di Kota Malang.

Di Yogyakarta, sambung Asandra, banyak kreatif agency yang membuat AI sendiri. Dengan adanya MCC, para ekraf di Kota Malang mempunyai kesempatan tersebut. Kota Malang sebagai Kota Pendidikan, bisa memakai AI di MCC.

“Yang bisa di ekspos, yang bisa kita jual di Malang adalah SDM nya. Di Kota Malang bisa kita bangun desain agency, karena Malang terkenal sebagai Kota desain agency,” pungkasnya. bed

Tags: