Malang Raya Sepakat Ajukan PSBB

Berikan Dispensasi Pada Pekerja Antar Daerah
Kota Malang, Bhirawa
Pasien Postif Covid 19 di Tiga wilayah di Malang Raya, semakin meningkat, sehingga Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu (Malang Raya) sepakat mengajukan draf Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) ke Pemerintah Provinsi Jatim.
Langkah tersebut dilakukan untuk memutus matarantai penyebaran Covid 19, di Malang raya. Kesepakatan tersebut sicapai setelab ketiga puncuk pimpinan Malang raya, difasilitasi Bakorwil Malang, melakukan rapat di Bakorwil Malang, Selasa (28/4). Nantinya Pemprov Jatim akan meneruskan ke Kementerian Kesehatan RI untuk mendapat penilaian layak atau tidaknya untuk PSBB.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jatim, Benny Sampirwanto menjelaskan, hasil rapat dan koordinasi dengan tiga kepala daerah di Malang Raya telah sepakat untuk mengajukan PSBB. Setelah rapat koordinasi di Bakorwil III Malang mencapai kata sepakat. Masing-masing kepala daerah di Malang Raya akan mempresentasikan ke Gubernur Jatim.
Menurut Benny, nanti draf akan disingkronkan dengan Perwali dan Pergub. Kemudian akan diserahkan ke Kemenkes dan akan ada penilaian sesuai Permenkes. “Apalabila scorenya 8 maka PSBB akan diterapkan,” kata Benny, Rabu (29/4).
Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, wilayah Malang Raya dianggap layak untuk PSBB. Sebab angka pasien positif di wilayah ini termasuk tinggi. Di Kota Malang terdapat 16 pasien positif, Kabupaten Malang 28 pasien positif, dan Kota Batu sebanyak 3 pasien positif. Total ada 47 pasien positif di daerah yang menjadi zona merah penyebaran Covid 19 di Jatim. “Tidak perlu lama penilaian seharusnya. Karena tiga wilayah ini hubungnya erat dan masyarakatnya sudah menjadi satu kesatuan,” ujar Sutiaji.
Menurutnya, jika yang digunakan acuhan adalah jumlah pasien yang meninggal itu kata dia, justru akan sangat merugikan. Makanya lebih baik mencegah sedini mungkin agar tidak makin meluas. “Jangan menunggu korban berjatuhan, saat ini waktunya memutus rantai penyebaran,”tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan memang daerahnya menjadi yang paling kecil dalam data pasien positif. Namun, bila Kota Malang dan Kabupaten sepakat untuk PSBB maka Kota Batu pasti sepakat.
Pertimbanganya, kata dia, adalah mobilitas antara warga di tiga daerah ini cukup tinggi. “Malang Raya sudah satu kesatuan, berbeda dalam hal otoritas pemerintahan tetapi mobilitasnya menjadi satu. Sehingga kami mendukung apa yang disampaikan Kota Malang dan Kabupaten Malang soal PSBB, semoga bisa mempercepat pemutusan penyebaran virus corona,”tukas Dewanti.
Sementara Bupati Malang Sanusi, menyatakan hasil pemantauan dilapangan bahwa saat ini di Kabupaten Malang perlu dilakukan PSBB dikarenakan jumlah pasien positif Covid 19 tiap hari semakin meningkat, di kabupaten Malang tercatat 28 orang positif
“Kita harus segera berbuat untuk memutus rantai perkembangan Covid 19 di Malang Raya, Pemkab Malang sendiri sudah melakukan rakor dengan Forpimda Kabupaten Malang terkait penanganan Covid 19 ini,”tandas Sanusi.
Ia juga mengatakan jika PSBB jika diberlakukan, para pekerja antar daerah akan mendapatkan dispensasi mobilisasi. Sehingga para pekerja tersebut bisa keluar masuk wilayah Kabupaten Malang. “Tapi untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang jika nanti sudah diterapkan PSBB, maka pihaknya memberikan dispensasi atau kemudahan kepada para pekerja antar daerah,” tuturnya.
Sanusi juga berharap nantinya ada beberapa peraturan yang perlu dibahas lebih lanjut dengan tiga Pemda tersebut. Dan ketika PSBB diberlakukan, terkait logistik dan pengamanan, hal itu tanggungjawab ada di masing-masing Pemda. Tapi bagaimana memberikan kemudahan bagi para pekerja antara daerah, agar mereka bisa keluar masuk saat diberlakukan PSBB.
“Karena saat ini, warga Kabupaten Malang yang bekerja diluar kabupaten cukup banyak, seperti tempat pekerjaaan di wilayah Kota Malang dan Kota Batu. Begitu juga warga di dua kota tersebut juga banyak yang tempat kerjanya di wilayah Kabupaten Malang,” jelas Sanusi.
Untuk itu, lanjut dia, maka pihaknya akan memberikan dispensasi kepada warga Kabupaten Malang untuk keluar masuk saat diberlakukan PSBB. Sehingga dirinya juga berharap kepada Pemkot Malang dan Pemkot Batu, agar juga memberikan kemudahan warganya yang tempat kerjanya antar daerah. Meski, dirinya nanti memberikan dispensasi para pekerja antar daerah, tapi tetap kita lakukan protokol kesehatan sesuai dengan aturan pemerintah pusat. [mut]

Rate this article!
Tags: