Malaysia Harus Jelaskan Pencekalan Film The Raid 2

The-Raid-2-Berandal-teaser-bannerJakarta, Bhirawa
Anggota Dewan Pembina dan peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo meminta Pemerintah Malaysia menjelaskan pelarangan peredaran film laga The Raid 2: Berandal. The Raid 2 seharusnya sudah tayang di layar perak di bioskop-bioskop Malaysia sejak 27 Maret lalu, tapi hingga kini belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Malaysia mengenai kenapa film ini tidak tayang hingga kini.
Menurut Edhie film laga yang dibintangi Iko Uwais dan disutradari Gareth Evans ini seharusnya bisa merupakan contoh bangkitnya industri kreatif di Asia. “Film laga karya anak bangsa The Raid 2: Berandal, ini sudah tayang serentak di bioskop Indonesia dan Amerika, sejak hari ini. Film ini juga sudah banyak menuai pujian dari kritikus film dunia saat diputar di Sundance Festival 2014,” puji Edhie. “Sungguh sangat disayangkan kalau Pemerintah Malaysia mencekal peredaran film ini di Malaysia tanpa memberikan alasanya,” kata Edhie. “Alasan pencekalan dibutuhkan untuk perkembangan industri kreatif di Indonesia, maupun Asean,’ jelas Edhie.
“Asean Economic Community dijadwalkan efektif per Desember 2014. Saya berharap negara Asean benar-benar akan menjalaninya dengan tulus, dan bukanya malah melakukan pencakalan akan produk-produk baik asal negara tetangganya,” ungkap Edhie. “Saya minta juga Departemen Luar Negeri Republik Indonesia untuk dapat turut aktif melakukan peran mediasi dengan Pemerintah Malaysia,” himbau Edhie.
Di Indonesia sendiri, kontribusi bidang usaha industri film, video, dan fotografi mencapai Rp. 8,4 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2013. Angka ini naik 13,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya sekitar Rp. 7,4 triliun. ” Saya berharap industri kreatif bisa makin berkembang di kemudian hari dan menjadi primadona di sektor non-migas,” tutup Edhie. [ant.hel]

Tags: