MAN Sidoarjo Borong Enam Medali AISEF 2020

Siswa MAN Sidoarjo sedang menunjukkan medali emas dan piagam penghargaannya. [achmad suprayogi]

Sidoarjo, Bhirawa
Hasil karya siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sidoarjo berhasil memboyong enam medali dalam ajang AISEF (Asean Innovative Science and Entrepreneur Fair) 2020. Diantaranya STIC (Smart Life Vest Control) Enhance Your Safeness yang berhasil meraih penghargaan Gold Medal.
Hasil karya siswa THOR (Teh Daun Kelor), yakni Minuman Instan Sebagai Imunostimulan berhasil mendapatkan dua penghargaan, yaitu Iysa Special Award dan Gold Medal. Sedangkan Vastric (Vaname Shrimp For Electric) Uji Optimalisasi Limbah Cair Olahan Udang Vaname, sebagai Sumber Listrik Alternatif Berbasis Microbial Fuel Cells (MFCs) Terintegrasi IoT mendapatkan penghargaan Bronze Medal.
Begitu juga Banstor (Banana’s Peel and Styrofoam) uji efektivitas katalis pisang kepok terhadap konversi limbah plastik jenis polystyrene mendapatkan penghargaan Silver Medal, dan Trafor (Platelets Enhancer Drink from (Euphorbia Hirta l.) Optimization of Patikan Kebo (Euphorbia Hirta l.) In Increasing Platelets in Patients With Dengue Fever juga berhasil mendapatkan Bronze Medal.
Ketua Tim THOR yang meraih dua penghargaan (Gold Medal dan Iysa Special Award), Jihan Darmaningtyas, mengaku sangat senang bisa meraih penghargaan itu. Ia tak menyangka bisa meraih dua penghargaan sekaligus, padahal hasil karya para siswa di lain daerah juga sangat bagus sekali. ”Jadi teh daun kelor ini berkasiat untuk kekebalan tubuh atau imun, dan rasanya juga segar dan baunya sedap sekali,” jelasnya saat ditemui di sekolahnya, Selasa (18/2).
Jihan menjelaskan, karyanya ini karena pada hasil penelitiannya di kalangan masyarakat ditemukan banyak sekali penyakit yang ditimbulkan kekurangan system imun yang sangat rendah. Makanya diciptakan THOR atau minuman instan teh dari duan kelor, yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau imun seseoarang. ”Sehingga mereka yang telah mengkonsumsi THOR ini diharapkan tidak terserang penyakit,” jelas siswa kelas XI IPA MAN Sidoarjo.
Sementara itu, Kepala MAN Sidoarjo, Drs Abdul Jalil MPd I menuturkan, pihaknya telah menerapkan Program MAN Riset. Dari riset itu anak – anak bisa mengembangkan dari hasil temuannya hingga ke Perguruan Tinggi (PT). ”Kami sangat memberikan apresiasi dan support dari wali murid. Agar anak – anak banyak menciptakan kreasi dan inovasi, bagaimana caranya dia itu mempunyai potensi yang bisa berkembang.
“Mereka bisa mendapatkan temuan-temuan baru di bidang science dan kewirausahaan. Sehingga bisa bermanfaat bagi masa depan mereka sendiri,” jelas Abdul Jalil.
Jadi program atau hasil temuan para siswa ini supaya tak ditiru orang yang tidak bertanggungjawab harus dilakukan proteksi. Bagaimana caranya hasil karya anak – anak ini aman. Makanya harus kerjasama dengan lembaga yang bisa memberikan pengakuan bahwa itu hak cipta, hak karya siswa MAN. Sehingga tidak muda diakui orang lain,” tegasnya. [ach]

Rate this article!
Tags: