Manfaatkan Daun Mangrove Membawanya Meraih Prestasi Internasional

Kelima siswi MAN Sidoarjo sedang mempraktekkan hasil temuannya yakni obat pembasmi nyamuk. [achmad suprayogi]

Sidoarjo, Bhirawa
Saat semua orang masih fokus pada permasalahan pandemi Covid 19. Padahal, penyebaran Nyamuk Aedes Aegypti penyebab penyakit Deman Berdarah (DB) juga tidak boleh diremehkan. Karena yamuk ini sangat berbahaya jika menggigit manusia karena bisa mematikan.
Melihat kondisi ini, kelima siswa MAN (Madrasah Aliyah Negeri) Sidoarjo telah melakukan penelitian untuk menciptakan Obat Anti Nyamuk Berbasis Diffuser, yakni mengoptimalisasikan daun Mangrove jenis api – api. Tidak digua karyanya para siswa ini meraih berprestasi dikancah internasional yakni mendapatkan Medali Emas pada AISEF (ASEAN Inovative Science Environmental and Enterpreneur Fair) 2021.
Kelima siswa kelas XI ini, Shabrina Nur Mutia M kelas XI IPA 1, Almayra Khanza Fahrani XI IPA 2, Dinda Tria Kusuma XI IPA 1, Nawal Aulia XI IPA 5 dan Fadyah Aurellia Rahman XI IPA 2.
Ketua Tim, Shabrina Nur Mutia mengaku, temuannya ini merupakan obat serbuk dari daun mangrove jenis api – api yang dikeringkan terlebih dahulu. Dan membuat obat ini dalam rangka mengingatkan kembali pada masyarakat, untuk tetap mewaspadai bahayanya nyamuk demam berdarah. Karena penularannya diduga juga masih terus meningkat.
“Pembuatan obat herbal pembasmi nyamuk ini aman bagi lingkungan dan pernafasan manusia, dan cukup mudah dibuatnya karena bahan bakunya tidak terlalu sulit. Langkah pertama mengeringkan terlebih daun mangrove jenis api – api, setelah kering ditumbuk hingga halus. Serbuknya ditimbang sesuai takaran yang diinginkan, dengan perbandingan 5 miligram serbuk dan 200 miligram air panas. Kemudian disaring lima kali agar serbuknya hingga tidak menyisakan serbuk kasar,” jelas Sabrina, pada Senin (15/3) lalu.
Selanjutnya, air yang bercampur serbut anti nyamuk dimasukkan ke dalam alat ultrasonic aroma humidifer elektrik. ”Dari sinilah obat herbal pembasmi nyamuk bisa digunakan dengan mengeluarkan asap tanpa ada afek pada pernafasan maupun lingkungan,” jelas Fadyah Aurellia.
Sementara itu, Ketua Riset MAN Sidoarjo, Nur Afifah SPd menambahkan, adanya obat herbal pembasmi nyamuk dari dedaunan ini, telah dilakukan pengujian keamanannya pada lingkungan maupun pernafasan. ”Sudah terbukti karena tidak menggunakan bahan kimia, dan telah mengukir prestasi internasional dengan mendapatkan medali emas dalam ajang AISEF 2021,” tambah Nur Afifah. [ach]

Tags: