Manfaatkan Lahan dan Galakkan Taman Toga

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Kota Batu, bhirawa
Tinggi harga cabai dan tomat dalam waktu hampir 2 bulan belakangan ini membuat ibu-ibu kelimpungan. Pasalnya cabai dan tomat merupakan sayuran yang hampir tiap hari digunakan.
Berbeda dengan tahun lalu, tingginya harga cabai saat ini memang sudah tidak begitu mengagetkan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga. Namun mau tak mau budget pengeluaran belanja terbebani dengan harga cabai yang mendekati angka Rp100 ribu perkilogramnya.
Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Batu, Wiwik Nurhayati menyatakan tingginya harga cabai dan tomat tidak terlepas dari hukum ekonomi, yaitu ketika persediaan barang lebih sedikit dibandingkan kebutuhan, maka akan menimbulkan kenaikan harga barang tersebut.
Tanaman cabai dan tomat sangat rentan terhadap curah hujan yang tinggi. Apalagi saat ini cuacanya ekstrem. Sehingga produksi cabai dan tomat menurun.
Dikatakan, hampir dipastikan tiap curah hujan tinggi, antara Nopember hingga Januari, harga cabai dan tomat mesti naik karena memang hasil panennya menurun. “Makanya kita bersama PKK mengajak ibu rumah tangga menanam sayur-mayur, khususnya tomat dan cabai di pekarangan sebagai taman Toga. Tujuannya agar pengeluaran belanja sayur mayur bisa ditekan, syukur-syukur bisa dijual,” tutur Wiwik.
Oleh karena itu, pihaknya mengaku akan menggalakkan kembali taman Toga. Sebab masih banyak ibu rumah tangga yang belum memanfaatkan secara optimal, halaman dan pekarangannya untuk taman Toga. “Kadang masyarakat memang perlu diingatkan kembali, padahal dengan budi daya taman Toga, selain bisa membantu kebutuhan dapur, taman Toga juga bisa dimanfaatkan untuk bertani hidroponik dan organik,”katanya.
Ditambahkan, tidak semua masyarakat di kota Batu memiliki lahan pertanian, khususnya di wilayah kota. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan sayur mayur mereka juga membeli ke pasar.
“Kota Batu memang sentra sayur mayur, namun hanya sedikit yang budi daya tanaman cabai dan tomat. Mayoritas yang dikembangkan adalah wortel, kentang, kubis, brokoli, dan sawi,” terang Wiwik.
Tanaman cabai kebanyak ditanam sebagai tanaman tumpangsari di kebun apel. Sementara tomat jarang dibudidayakan karena harganya cenderung tidak stabil. [sup]

Tags: