Manfaatkan WhatsApp dalam Pengolahan Sampah di Desa Kalanganyar

Diskusi antara Dosen UPN Veteran Jawa Timur Praja Firdaus Nuryananda (kiri), Direktur BUMDes Kalanganyar Makmur M Haikal Efendi, dan Pengelola TPST Sopo Nyongko Ghofirin.

Program Pengabdian Masyarakat Kampus UPN “Veteran” Jatim
Sidoarjo, Bhirawa
Penumpukan sampah yang berpotensi menimbulkan persoalan dalam masyarakat memerlukan solusi konkret. Dosen-dosen dari UPN “Veteran” Jawa Timur menawarkan pemanfaatan teknologi digital sebagai satu solusinya.

Berbekal pengetahuan mengenai strategi dan manajemen, tim Pemanfaatan IPTEKS Bagi Masyarakat (PIKAT) dari Kampus UPN Veteran Jatim pun melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sopo Nyongko, Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.

Tim PIKAT terdiri atas dosendanmahasiswa FISIP program studi Hubungan Internasional yang diketuai oleh Praja Firdaus Nuryananda dengan anggota Probo Darono dan Firsty Chintya Tim PIKAT. Kegiatan ini didukung penuh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPN “Veteran” Jawa Timur

Tim UPN “Veteran” Jawa Timur memulai kegiatan dengan melakukan survei ke TPST, sejumlah ruas gangmeninjaubiopori, rumah warga, dan juga Balai Desa Kalanganyar. Ghofirin selaku pengurus TPST menjelaskan bahwa kondisi terakhir TPST sekaligus manajemen yang masih perlu diimprovisasi. “Masalahnya, pengurus TPST masih mengalami kesulitan dalam hal pembukuan data iuran siapa yang sudah membayar dan siapa yang belum,” tutur pria yang juga merupakan Relawan Kebersihan dari DLHK Kabupaten Sidoarjo tersebut.

Dari rapat yang dilakukan secara daring (29/7) dan luring (27/8) ditemukan pula masalah berupa komplain akibat terbatasnya jumlah gerobak pengangkut sampah akibat rusak. Akhirnya terdapat gagasan untuk mengintegrasikan penggunaan WhatsApp dalam manajemen komunikasi satu pintu TPST Sopo Nyongko secara digital sekaligus pengadaan bantuan satu unit gerobak sampah oleh tim UPN “Veteran” Jawa Timur.

Probo selaku tim Dosen PIKAT UPNVJT menjelaskan sistem satu pintu dan bantuan berupa gerobak ini dapat membantu operasional TPST yang ke depan akan terintegrasi dengan unit usaha BUMDes.

Senada dengan Probo, ide ini ditanggapi secara positif oleh M Haikal Efendi selaku Direktur Badan Usaha Milik Desa Kalanganyar Makmur.

“Akan ada satu admin yang bertugas menerima pembayaran dan menyampaikan komplain agar terpusat sehingga meminimalkan kesalahan komunikasi,” jelas Haikal.Pada hari berikutnya dilakukan penerapan sistem komunikasi WhatsApp yang dimulai dari RT 12.

Firsty selaku anggota tim pengabdian masyarakatoptimis langkah awalan yang dilakukan dalam manajemen pengelolaan sampah Kalanganyar TPST Sopo Nyongko ke depanakan lebih efektif. (ina)

Tags: