Mantan Istri Bos Minyak Kayu Putih Beberkan Fakta dan Minta Keadilan

Surabaya, Bhirawa
Linda Leo Darmosuwito meminta keadilan atas kasus hukum yang menimpanya. Yakni berdasarkan Laporan Polisi bernomor LP-B/800/X/RES.1.9/2020/UM/SPKT Polda Jatim, Linda dilaporkan oleh mantan suaminya Sugianto, pada 13 Oktober 2020 lalu.

Wanita berusia 49 tahun ini, dilaporkan atas dugaan tindak pidana membuat dan menggunakan surat palsu dan atau memalsukan surat autentik. Hal itu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 264 ayat 1 KUHPidana.

Oleh penyidik unit I Subdit IV Ditreskrimum Polda Jatim, laporan tersebut ditindak lanjuti secara cepat, sehingga pada Januari 2021 Linda ditetapkan sebagai tersangka. Pihaknya pun sempat ditahan sekira dua pekan, kendati akhirnya status penahanannya tersebut akhirnya ditangguhkan.

“Saya dituding telah memalsukan tahun kelahiran saya yang tercatat di KTP, Kartu Keluarga maupun akta kelahiran. Akhirnya oleh Dispendukcapil diakui bahwa kesalahan penulisan data itu akibat human error dari pihaknya. Hal itu dibuktikan dengan proses revisi pengantian data yang sudah dilakukan pihak Dispendukcapil sendiri,” kata Linda, Selasa (20/4) malam.

Warga Candi Trowulan Malang ini juga dituduh terkait dugaan pemalsuan surat autentik. Pihaknya dituding telah memalsukan keterangan status bujang alias belum menikah diawal proses mengajukan izin hendak menikah dengan Sugianto pada 2009 lalu.

“Saya tegaskan disini, sebelumnya saya tidak pernah tahu dan membuat surat pernyataan itu. Terlebih, hal itu bisa dipatahkan dengan hasil pemeriksaan laboratorium forensik yang bisa dilakukan penyidik, tanda tangan yang tertera dalam surat pernyataan itu bukan tanda tangan asli saya,” tegasnya.

Terlebih, Linda menyatakan bahwa sebelumnya Sugianto sendiri mengetahui bahwa dirinya sudah pernah menikah dan memiliki seorang putri sebelum dinikahinya.

“Bahkan dari hubungan saya dengan pelapor, saya melahirkan seorang anak laki-laki pada 2002, tujuh tahun sebelum menikah. Sangat ironis apabila saat ini saya dilaporkan terkait dugaan tindak pidana pemalsuan, yang notabene itu bukan sepenuhnya kesalahan saya dan dipergunakan untuk kepentingan bersama. Apalagi sampai tidak mengakui keberadaan anaknya,” bebernya

Dalam proses pengurusan surat-surat tersebut, pihaknya menggunakan jasa salah satu biro jasa yang ada di Malang. “Namanya pak Hadi yang saat ini sudah almarhum dan kantornya pun sudah tutup,” tambah Linda.

Atas kasus yang menimpanya, Linda berharap dan meminta keadilan. Atas kasus yang ditudingkan padanya, Linda mengaku bahwa kesalahan bukan dari dirinya, dan semua dokumen kependudukannya itu resmi.

“Saya meminta keadilan dari kasus ini. Karena kesalahan bukan dari saya, kan itu resmi bukan palsu. Dokumen tersebut dikeluarkan instansi berwenang. Andai tidak cukup bukti, hentikan dan lepaskan status tersangka yang saya sandang,” harapnya.

Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Nanda mengatakan bahwa dugaan kasus yang menimpa Linda tersebut, saat ini proses hukumnya tengah berjalan di penyidik Polda Jatim dan belum dilimpahkan ke Kejaksaan.

Ditulis sebelumnya, pelapor Sugianto merupakan Presiden Direktur (Presdir) salah satu perusahaan yang memproduksi minyak kayu putih. (bed)

Tags: