Mantan Kadinkes Malang Ditahan

Mantan Kadinkes Kab Malang dr Abdurachman saat dibawa staf Kejari Kepanjen untuk dilakukan penahanan di Lapas Lowokwaru, Kota Malang.

Kabupaten Malang, Bhirawa
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang akhirnya menahan mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang dr Abdurachman karena diduga melakukan terlibat kasus korupsi dana kapitasi yang dikucurkan oleh BPJS tahun 2015-2017. Akibatnya negara dirugikan Rp 8,5 miliar.
Sumber dari staf Kejari Kepanjen, Kabupaten Malang yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, bahwa mantan Kadinkes dr Abdurachman menjalani pemeriksaan pada Senin (30/3) sore. Usai menjalani pemeriksaan dr Abdurachman langsung dibawa oleh staf Kejaksaan ke Lapas Lowokwaru, Kota Malang
Sementara itu Kepala Lapas Kelas 1 Lowokwaru Malang Agung Krisna membenarkan, jika pihaknya telah menerima titipan tahanan dari Kejari Kepanjen, yakni dr Abdurachman, pada Senin (30/3) sore. Saat ini status Abdurachman itu, kini masih menjadi tahanan Kejari Kepanjen. “Mantan Kadinkes Kabupaten Malang itu, akan ditahan di Lapas Lowokwaru ini, selama 20 hari,” jelasnya.
Menurutnya, sebelum masuk Lapas, dia diwajibkan juga untuk menjalani Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk antisipasi Covid 19, meski dia seorang dokter, mengingat saat ini virus tersebut tengah mewabah di wilayah Malang Raya. Selain itu, dia juga menjalani proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan. Dan untuk saat ini, Abdurachman kita tempatkan di ruang tahanan bersama dengan tahanan lainnya.
“Namun, setelah ada hasil pemeriksaan kesehatan dari tim medis kesehatan Lapas Lowokwaru, dan dia dinyatakan sehat serta terbebas dari Covid-19, maka akan kita tentukan ruang tahanannya,” terang Agung.
Perlu diketahui, Abdurrachman telah dijerat Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan dia terancam hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun kurungan penjara. Karena Abdurachman dituduh atas korupsi dana kapitasi puskesmas tahun 2015-2017, yang dananya berasal dari BPJS sebesar Rp 8,5 miliar. [cyn]

Rate this article!
Tags: