Mantan Napi di Jombang Ditangkap Polisi Karena Edarkan Sabu-sabu

Kasatresnarkoba Polres Jombang, AKP Moch Mukid dan jajaran.

Jombang, Bhirawa
Mantan Narapidana (Napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Jombang, Yusuf Ma’rufatul An’am alias Bondet (23) ditangkap polisi karena mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu.

Bondet ditangkap anggota Satresnarkoba Polres Jombang di sebuah warung di tepi jalan Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jumat malam (08/01).

Kasatresnarkoba Polres Jombang, AKP Mochamad Mukid mengatakan, Bondet menjadi pengedar sabu sejak 5 bulan terakhir ini setelah dirinya bebas dari sel tahanan Lapas Kelas IIB Jombang.

“Tersangka Bondet merupakan residivis kasus sabu yang divonis hukuman 4 tahun penjara,” kata AKP Moch Mukid, Selasa (12/01).

AKP Moch Mukid menjelaskan, tertangkapnya pemuda asal Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang tersebut atas pengembangan kasus sebelumnya.

“Awalnya kami menangkap pengedar Narkoba Pil Dobel L dan sabu-sabu. Kemudian kita kembangkan hingga kita tangkap tersangka Bondet,” jelasnya.

Dari tersangka Bondet ini, polisi kemudian menyita Barang Bukti (BB) berupa 1 unit Telepon Seluler (Ponsel) dan uang tunai sebesar Rp 500.000 hasil dari penjualan sabu. Selain itu, juga menyita 6 plastik klip berisi sabu masing-masing berisi 3,47 gram, 0,19 gram, 0,19 gram, 0,17 gram, 0,26 gram dan 0,20 gram.

“Jumlah total berat kotor keseluruhan 4,79 gram sabu,” jelas AKP Moch Mukid lagi.

Dihadapan polisi, Bondet mengaku mendapatkan kristal haram itu dengan cara membeli dari seseorang di Mojokerto yang kini identitasnya sudah dikantongi polisi.

“Barang didapat dari Mojokerto dengan pembelian sistem ranjau di sekitar By Pass dekat minimarket. Pembayarannya ditransfer,” kata Moch Mukid.

Sudah sekitar 7 kali Bondet melakukan transaksi seperti itu dan barangnya diedarkan ke sejumlah temannya di Jombang yang sudah dibekuk polisi.

Alasan Bondet melakoni bisnis haram itu karena masalah ekonomi. Sejak keluar dari penjara, Bondet bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Dengan ‘bisnis’ sebagai pengedar sabu, Bondet mudah mendapat uang dengan keuntungan yang cukup menggiurkan. AKP Moch Mukid menyebutkan, keuntungan per gram sabu kisaran Rp 200 Ribu.

“Tersangka mengambil sabu sampai 5 gram dengan harga Rp 1,1 juta per gram dan dijual dalam kemasan poket dengan harga eceran Rp 200 Ribu. Satu gram sabu bisa jadi 7 paket,” urai AKP Moch Mukid.

Atas perbuatannya, Bondet dijerat pasal 114 ayat (2) yo pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Republik Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Polisi juga sudah menahan Bondet dan akan mengembangkan kasus ini untuk menangkap jaringan di atasnya.(rif)

Tags: