Maryoto Birowo: Warga RT Zona Merah Dilarang Anjang Sana di Hari Lebaran

Maryoto Birowo

Tulungagung, Bhirawa
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, melarang warga yang kawasan RT (rukun tetangga)-nya masuk zona merah penularan Covid-19 beranjang sana saat lebaran Idul Fitri pekan depan. Pelarangan tersebut agar penularan virus Covid-19 tidak semakin meluas.

“Yang RT zona merah tidak boleh melakukan anjang sana saat lebaran,” ujar Bupati Maryoto Birowo, Minggu (2/5).

Menurut dia, hanya warga di kawasan RT yang berzona hijau dan kuning diperbolehkan melakukan anjang sana. “Namun tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes),” sambungnya.

Soal kabar kesepakatan para kepala desa di Kecamatan Pakel yang akan melarang warga setempat melakukan kegiatan anjang sana di hari lebaran, Bupati Maryoto Birowo menyatakan ketentuan aturan sudah jelas. Aturan tersebut menjadi acuan semua warga.

“Ketentuan aturan sudah jelas, jadi itu yang dijadikan acuan warga masyarakat . Yang penting harus melaksanakan prokes,” paparnya.

Sebelumnya, Bupati Maryoto juga menyebut tidak hanya wilayah RT yang berzona merah saja yang warganya tidak diperbolehkan melakukan anjang sana atau bersilaturahim dari rumah ke rumah saat lebaran, tetapi juga bagi warga yang berada di RT berzona oranye. “Ini agar semua warga terproteksi dari penularan virus Covid-19,” tandasnya.

Ia tidak ingin penularan virus Covid-19 di Kabupaten Tulungagung sampai tidak terkendali. Apalagi jika mengacu pada kejadian di Negara India saat ini.

“Karena itu, kami ingatkan lagi pada tokoh agama, tokoh masyarakat, ayio kita tingkatkan lagi terkait penerapan prokes. Prokes ini penting sekali,” tuturnya.

Mantan Sekda Tulungagung ini pun meminta masyarakat untuk melaksanakan salat Idul Fitri dengan ketentuan yang telah diterbitkan oleh Kementerian Agama dan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19. “Kalau dalam ruangan (masjid) menerapkan aturan 50 persen dari kapasitas ruangan,” terangnya.

Bahkan, menurutnya, salat Idul Fitri berjamaah bisa dilakukan di ruang terbuka atau lapangan. “Itu sesuai dengan surat edaran dari Menteri Agama. Pelaksanaan salat Idul Fitri bisa di masjid atau ruang terbuka/lapangan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr Kasil Rohmad, menyatakan tidak ada masjid di Tulungagung yang dilockdown gegara kegiatan salat tarawih. Ia menyebut lima masjid yang ditutup karena kegiatan agama lainnya dan penerapan PPKM mikro

“Selain karena kegiatan rutin masjid, ada lagi yang karena memang masuk wilayah zonasi RT (merah), sehingga di RT tersebut dilakukan lockdown. Saat ini jika ada lima kasus Covid-19 di satu wilayah RT sudah masuk dalam zona merah,” katanya.

Pemberlakuan lockdown tersebut, lanjut dr Kasil Rohmad, juga berlaku saat Idul Fitri. “RT yang masuk zona merah tidak boleh ada orang keluar masuk di daerah itu. Kalau oranye bisa keluar masuk tetapi dibatasi,” tandasnya. (wed)

Tags: