Masa Belajar di Rumah, Satpol PP Kota Probolinggo Razia Pelajar

Sejumlah pelajar yang terjaring Satpol PP di tempat permainan.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

(Sweeping Tempat Game-Pusat Perbelanjaan)
Kota Probolinggo, Bhirawa
Satpol PP Kota Probolinggo mulai turun tangan. Sejak Kamis 19/3/2020, mereka menyusuri sejumlah tempat bemain dan pusat perbelanjaan. Tujuannya, mengefektifkan kebijakan Pemkot Probolinggo untuk mencegah penularan virus korona. Dari hasil penelusuran Satpol PP, banyak ditemukan sejumlah anak berusia sekolah sedang asyik bermain game online dan juga sejumlah permainan anak-anak di pusat perbelanjaan.
Bagi yang didampingi orang tuanya, diimbau agar tetap diawasi. Namun, bagi anak-anak yang hanya kelihatan bermain tanpa pendampingan orang tua, diimbau pulang. Mengingat, sesuai instruksi yang ada, memasuki jam sekolah diharapkan anak-anak belajar di rumah.
“Kegiatan ini kami lakukan bertujuan agar anak-anak tidak melulu main game, lebih lagi di waktu jam sekolah. Sehingga, kami minta untuk pulang serta belajar di rumah. Hal ini juga sesuai instruksi pemerintah daerah,” ujar Kasi Ops Satpol PP Kota Probolinggo Hendra Kusuma, Jum’at 20/3/2020.
Hendra mengaku tidak melarang jika sejumlah warga, termasuk anak-anak bermain. Namun, diharapkan waktu libur ini digunakan untuk belajar di rumah. Apalagi, pemerintah sedang menggalakkan pencegahan penularan virus korona.
“Sampai kapan liburnya, masih belum diketahui. Sehingga, kami nantinya tetap memantau. Paling tidak dengan demikian, (waktu jam sekolah) anak-anak tetap belajar di rumahnya dan tidak keluyuran di luar rumah,” ujarnya.
Diketahui sebelumnya, dengan makin merebaknya virus korona, Pemkot Probolinggo mengeluarkan kebijakan meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Selama masa “libur” sejak Senin (16/3), itu para pelajar diminta belajar di rumah. Namun, kenyataannya banyak yang memanfaatkannya untuk bermain. Karenanya, Satpol PP turun tangan untuk meminta para bocah usia sekolah pulang dan belajar.
Langkah Satpol PP ini mendapatkan respons positif dari warga. Salah satunya, dari warga Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, berinisial RA, 24, yang kemarin mengajak keponakannya yang masih berusia empat tahun ke salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Dr. Soetomo, Kota Probolinggo.
Menurutnya, langkah Satpol PP tidak lebih dari pencegahan, termasuk untuk pemantauan anak-anak agar tetap belajar di rumah sangat baik. Ia mengaku, mengajak keponakannya untuk membelikannya baju. “Sudah seminggu di rumah. Karena besok (hari ini) mau ke Jogja, saya dan utinya membelikanya baju,” katanya.
Di hari kedua petugas Satpol PP Kota Probolinggo, mendapati puluhan pelajar tengah bermain game online. Tak hanya itu, petugas juga memergoki beberapa siswa tengah berada di pusat perbelanjaan, sekitar pukul 10.00 WIB.
Mereka yang diketahui berada di dua tempat tersebut, tidak dibawa ke kantor Dinas Satpol PP, tetapi diminta untuk pulang ke rumah masing-masing. Dengan alasan, pelajar tidak diperkenankan berada di tempat atau lokasi keramaian selama sekolah dialihkan ke rumah. Mereka disarankan belajar di rumah sesuai himbauan Wali Kota Problinggo.
Mereka yang kedapatan di tempat game online, setelah mendapat pengarahan dari Kasi Operasi dan Ketertiban pada Dinas Satpol PP, Hendra Kusuma, langsung meninggalkan tempat. Sedang bagi orang tua yang membawa putra-putrinya berbelanja, tetap dipersilahkan meneruskan belanjanya.
Jika di kemudian hari berbelanja lagi dalam masa libur sekolah, disarankan untuk tidak membawa putra-putrinya ke pusat perbelanjaan yang pengunjungnya ramai. Hal tersebut disampaikan Hendra kepada orang tua yang membawa anaknya berbelanja. “kami tidak melarang bapak dan ibu berbelanja. Tapi kalau bisa jangan membawa anak yang masih bersekolah,” pintanya.
Meski saat ini libur sekolah, namun lanjut Hendra liburan saat ini tidak sama dengan hari libur lainnya. Siswa tetap belajar tetapi belajar di rumah dan tidak boleh keluar rumah, jika tidak begitu penting. Terutama berada di tempat umum yang banyak orang. “Khawatir terinveksi atau tertular virus corona,” katanya.
Begitu juga terhadap siswa yang berada di game online saat liburan. Hendra memberitahukan, kalau liburan saat ini, tidak boleh keluar rumah dan berada di keramaian. Mereka pun diminta untuk pulang ke rumah masing-masing. “Jika nanti siswa yang kami suruh pulang, ketahuan lagi berada di tempat game online. Ya, kami panggil orang tuanya,” tandasnya.
Penyisiran di lokasi permainan seperti game online dan permainan jenis lainnya, tempat perbelanjaan akan terus dilakukan, hingga masa libur berakhir. Kegiatan seperti itu dilakukan, agar pelajar tidak terjangkit virus corona. “Pemantauan tempat-tempat keramaian, akan terus dilakukan. Sampai liburan berakhir,” tegasnya.
Sementara itu, orang tua siswa ada yang beralasan, membawa anaknya ke tempat perbelanjaan hanya mampir, usai memeriksakan anaknya di puskesmas atau rumah sakit. Ada lagi yang beralasan anaknya memaksa ikut berbelanja. Serta ada yang sengaja membawa anaknya lantaran mau membeli baju lebaran anaknya. Jika tidak diajak, khawatir tidak cocok dan tidak pas ukurannya.
Sedang siswa yang bermain online, hanya seorang yang beralasan. Dirinya berada di tempat game online tidak bermain, tetapi mengerjakan PR sekolah. Meski beralasan seperti itu, namun petugas tetap meminta untuk keluar ruangan dan pulang ke rumahnya. Untuk yang bukan pelajar, petugas tidak mempermasalahkan berada di lokasi game online, tambahnya.(Wap)

Tags: