Masa Transisi New Normal Malang Raya Diperpanjang

Gubernur Jatim bersama Forkopimda Jatim saat menggelar rakor dengan tiga kepala daerah di Malang Raya terkait masa transisi new normal pasca PSBB

Penuhi Ketentuan WHO, PSBB Malang Raya Diperpanjang
Pemprov Jatim, Bhirawa
Masa transisi menuju new normal pasca PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Malang Raya telah berakhir sejak Sabtu (6/6). Terkait hal itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan tiga kepala daerah di Malang Raya sepakat untuk memperpanjang masa transisi selama tujuh hari dan dimulai kemarin. Perpanjangan masa transisi ini nantinya juga disertai dengan evaluasi kembali pada akhir periode yaitu hari ketujuh.

“Hari ini (kemarin) adalah hari pertama perpanjangan transisi pasca PSBB Malang Raya dan akan dimulai untuk transisi pasca PSBB tahap berikutnya selama tujuh hari untuk kemudian kita evaluasi kembali bersama-sama,” ungkap Gubernur Khofifah di Grahadi, Jumat (5/6).

Keputusan tersebut diambil Gubernur Khofifah bersama Forkopimda Jawa Timur yaitu Pangdam V Brawijaya , Pangdivif II Kostrad dan Wakapolda Jawa Timur setelah melakukan Rapat Evaluasi secara virtual bersama tiga kepala daerah Malang Raya yaitu Bupati Malang Sanusi, Walikota Malang Sutiaji dan Walikota Batu Dewanti Rumpoko bersama forkopimda dan Danrem 083 Baladhika Jaya di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Jum’at (5/6) malam.

Pengambilan keputusan tersebut juga berdasarkan panduan dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dimana salah satu persyaratan agar suatu wilayah menuju New Normal adalah Rate of Transmission (RT) nya kurang dari satu. Dalam hal ini, Range RT Malang Raya, tercatat hingga Jum’at (5/6) masih pada angka 0,76 – 1,23. Walaupun beberapa wilayah sudah berada di bawah 1, namun beberapa wilayah lain, RT nya masih tercatat tinggi. Sehingga, Malang Raya dirasa masih belum bisa memasuki masa New Normal.

“Panduan dari WHO, salah satu syarat menuju New Normal adalah ketika Rate of Transmission (RT) nya kurang dari satu. Posisi per hari ini, RT dari Malang Raya masih 1,23,” tutur Gubernur perempuan pertama Jatim ini.

Kepada tiga kepala daerah, Gubernur Khofifah juga menambahkan, karena pada awal penetapan masa transisi diberlakukan episode waktu tujuh hari, hal yang sama juga akan dilakukan pada masa transisi periode kedua kali ini. Transisi kedua akan dimulai pada 7 Juni hingga tujuh hari ke depan yaitu 13 Juni 2020.

“Saya meminta kepada tiga kepala daerah Malang Raya untuk memperpajang masa transisi pasca PSBB pada tujuh hari berikutnya, terhitung mulai hari ini ,” imbuh orang nomor satu di Jatim ini.

Selain karena angka Rate of Transmission yang masih belum memenuhi standar WHO, Gubernur Khofifah juga menyebut jika masa transisi memerlukan waktu yang lebih lama. Dalam prakteknya di masyarakat, masih banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran protokol kesehatan yang berakibat pada bertambahnya kasus positif Covid-19 walaupun tidak signifikan.

“Semua ikhtiar dan inovasi tentu sudah dimaksimalkan. Namun kita memang harus terus mengajak masyarakat untuk lebih disiplin, taat dan patuh pada protokol kesehatan,” pesan Gubernur Khofifah kepada tiga kepala daerah Malang Raya.

Oleh sebab itu dirinya juga berpesan agar semua pihak bisa terus mensosialisasikan pentingnya protokol kesehatan kepada masyarskat luas.

Turut hadir dalam rapat evaluasi, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansyah, Kabinda Jatim Brigjend TNI Mochamad Syafei, Wakapolda Jatim Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo, jajaran Ka OPD Pemprov Jatim dan Forkopimda se-Malang Raya.

Sementara itu, Wali Kota Malang—Sutiaji, menyampaikan untuk kota Malang yang jadi perhatian adalah klaster isolasi mandiri. “Penambahan terakhir banyak muncul dari lingkar keluarga inti. Bisa jadi lingkungan rumah tidak memadai untuk dilakukan isolasi mandiri, karenanya ini akan ditarik ke RSUD. Kami siapkan segera,” disampaikan Sutiaji kepada Gubernur Khofifah.

Hal lain yang jadi perhatian adalah gerakan operasi rapid masiv ke titik himpun massa. Fakta di lapangan komunitas millenial yang harusnya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik akan Covid 19, justru abai.
“Itu yang akan terus disasar tim Covid 19 kota Malang melalui operasi gabungan Pemkot, TNI dan Polri,” tegasnya. Ia menyebut, di tengah masyarakat muncul persepsi masa transisi sudah new normal, bahkan dipahami normal seperti tidak ada covid 19.

“Ini yang akan terus ditekan dan diluruskan, bahwa saat ini belum normal, masih transisi menuju new normal,”imbuh wali Kota yang juga seorang ustadz itu.

Secara khusus Wali Kota Sutiaji juga mengharap dukungan Gubernur Jatim untuk dapat mengkoordinasikan dengan Kemendukbud berkaitan dengan tahapan penerimaan mahasiswa baru.

“Untuk masa masuknya ada informasi Bulan Desember, yg diantisipasi, tahapan pendaftaran mahasiswa baru, karena proses test masih perlu kehadiran secara fisik, sehingga ada potensi pergerakan pelajar ke kota Malang,” sambung Sutiaji penuh gamang. [tam.mut]

Tags: