Masa Transisi Wali Kota Sutiaji Sidak MOG dan Ramayana

Wali Kota Malang Sutiaji melakukan Sidak di pusat perbelanjaan, Selasa (2/6) kemarin.[m taufiq/bhirawa]

Kota Malang, Bhirawa
Memasuki hari ketiga Selasa (2/6) masa transisi pasca Pembatasa Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya, Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Kapolresta Malang Kota, Kombes Leonardus Simarmata dan Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Tommy Anderson beserta jajarannya melakukan Sidak ke beberapa pusat perbelanjaan di Kota Malang.

Rombongan mengunjungi Mall Olympic Garden (MOG) dan Ramayana untuk melihat langsung kesiapan dan sarana prasarana yang pusat perbelanjaan itu dalam rangka menuju masa New Normal. Berdasarkan pantauan Bhirawa, MOG dan Ramayana telah mulai berbenah untuk menyambut masa New Normal mendatang.

Beberapa persiapan telah dilakukan seperti menyediakan tempat cuci tangan, thermo gun, mewajibkan pengunjung untuk menggunakan masker serta menghimbau pemilik tenant untuk memberlakukan physical distancing, serta menggunakan Face Shield dan sarung tangan bagi para karyawannya.

Menurut Wali Kota Malang, Sutiaji, secara umum semua sudah berjalan dengan baik meski masih ada yang perlu dibenahi. ‘’Saya meminta kepada pengusaha untuk memperhatikan karyawannya dalam penggunaan APD seperti sarung tangan, masker dan face shield saat bekerja serta melayani pelanggan, jika hal itu tidak diindahkan maka kami akan menutup usahanya,’’tegasnya.

Selain itu, Wali Kota Sutiaji juga meminta pada para pengelola pusat perbelanjaan agar menambah petugas di pintu masuk, dengan harapan seluruh masyarakat yang akan masuk dapat terlebih dahulu diarahkan untuk cuci tangan, melakukan pemeriksaan suhu tubuh serta mengisi buku tamu dalam rangka pencatatan data diri.

‘’Kunjungan kali ini sebagai peringatan pertama bagi para pengusaha karena sebelumnya kami telah melakukan sosialisasi, hal ini akan kami pantau terus selama tujuh hari pelaksanaan masa transisi, jika masyarakat dan pengusaha tidak disiplin akan sangat memungkinkan akan kami kembalikan lagi pada masa penerapan PSBB,’’ tegasnya.

Sutiaji berharap, pola ini menjadi kebiasaan dan menumbuhkan kesadaran pada masyarakat bahwa hidup di masa tatanan baru, normal yang bukan lagi normal seperti dahulu namun normal yang berdampingan dengan Covid-19.

Terpantau di MOG, pintu masuk belum menyediakan buku tamu untuk pencatatan identitas para pengunjung yang datang. Selain itu, beberapa tenan masih belum menyediakan handsanitizer di meja kasir maupun membagi jalan keluar dan masuk di tenant. Juga ada sebuah tenant yang pegawainya masih belum memenuhi protokol kesehatan. Yakni masker yang dikenakan tidak sesuai dengan yang standar keamanan. Juga masih ditemui pengunjung anak bayi belum mengenakan masker.

Sedangkan para pengunjung dewasa terpantau tertib menggunakan masker saat mal. Walau begitu, masih ada orang yang awalnya mengenakan masker, namun ketika di dalam maskernya justru dilepas. Saat sidak di Mal Ramayana, didapati pihak pengelola telah berupaya mematuhi aturan atau protokol kesehatan. Di sana petugas telah menyediakan buku tamu, tempat cuci tangan.

Sutiaji mengatakan, pihaknya telah memberikan teguran kepada pihak manajemen mal yang tak mematuhi aturan. Pihak mal beralasan memang ada tenant yang masih belum mematuhi aturan yang disosialisasikan. Meskipun begitu, kesalahan tenant tentunya juga merupakan kesalahan manajemen.

‘’Kalau memang nantinya sudah diberi peringatan oleh pihak manajemen tetapi masih membandel, maka tak tertutup kemungkinan tenant akan diberi sanksi hingga penutupan,’’ tandasnya. [mut]

Tags: