Masalah Stunting di Kota Pasuruan Harus Ditangani Semua Pihak

Wakil Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo

Pemkot Pasuruan, Bhirawa.
Pemkot Pasuruan terus melakukan segala upaya dalam penurunan masalah stunting di Kota Pasuruan. Salah satu upaya adalah perlu dibangun kesadaran bersama termasuk tokoh-tokoh masyarakat, bahwa stunting ini menjadi persoalan bersama dan harus diberi dukungan bersama.

Wakil Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo menyampaikan persoalan stunting harus diatasi secara bersama-sama dengan pendekatan serta cara yang bebeda-beda untuk satu tujuan yang sama. Termasuk juga, selain perencanaan yang matang harus dibarengi dengan eksekusi yang baik.

“Program penyelesaian stunting di Kota Pasuruan tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja, tetapi harus dengan berbagai pihak. Langkah-langkahnya harus terukur. Selain perlunya kedisiplinan, perencanaan juga perlu dilakukan dengan eksekusi yang baik. Termasuk perangkat daerah semua yang terkait harus bekerja sama,” ujar Mas Adi, sapaan akrabnya Adi Wibowo saat menyelenggarakan audit kasus stunting di Kota Pasuruan tahun 2022, di ruang mini Pemkot Pasuruan, Rabu (23/11).

Berdasarkan data yang dirilis Status Gizi Indonesia (SGGI), target dan capaian prevalensi stunting di Jawa Timur dari tahun 2019-2021 terus mengalami penurunan. Walaupun belum menyentuh target tahunan, tercatat menurun dari 26,86% pada tahun 2019 menjadi 25,64% pada tahun 2020. Selanjutnya, menjadi 23,5% pada tahun 2021. Jawa Timur menargetkan pravelansi stunting tahun 2024 turun sebesar 13,5%.[hil.ca]

Tags: