Masih Ada Desa di Sidoarjo Tak Punya Komputer

5-sucipto-3.jpgSidoarjo, Bhirawa
Pelatihan kearsipan di Pemkab Sidoarjo akan diberikan sampai tingkat pemerintahan desa. Maka bagi desa yang hingga kini belum mempunyai komputer atau laptop), dihimbau untuk segera menganggarkan pada tahun 2015 nanti.
Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Sidoarjo, Drs Sucipto MM mengatakan, sekarang arsip itu tidak hanya disimpan secara manual saja, tapi juga perlu disimpan dengan IT. ”Arsip selain disimpan secara manual atau fisik, juga harus disimpan secara IT, dobel-doble penyimpanan ini tujuannya agar bias menyelamatkan arsip desa, akan bisa dipakai sebagai barang bukti bila
kebetulan ada masalah,” papar Sucipto, usai memberikan pengarahan pada Sekdes dari sejumlah Kecamatan di Sidoarjo, Kamis ( 6/11) kemarin, di kantornya.
Sucipto menghimbau semua desa agar memili laptop, maksudnya akan lebih mudah
dibawa kemana-mana. Bila kena virus, petugas desa akan lebih mudah membawanya ke Kantor Perpustakaan dan Arsip untuk diservis.
Di pemerintahan desa untuk menyimpan arsip, diakui Sucipto, memang masih manual atau secara fisik. Maka nanti setelah diberikan pelatihan software kearsipan, diharapkan akan bisa memperlancar penyimpanan arsip di desa. ”Software kearsipan untuk desa ini akan kita berikan pada tahun  2015, akan kita lakukan secara bertahap pada 353 desa/kelurahan,” katanya.
Petugas yang akan dilatih untuk menggunakan aplikasi software arsip masuk desa ini, kata Sucipto, adalah Sekdes. Sebab ia adalah petugas administrator di desa. Nanti ia bisa menularkan aplikasi ini pada anak buahnya.
Kata mantan Camat Waru ini, setelah aplikasi kearsipan ini diberikan, desa akan dipantau, jalan apa tidak. Selain disimpan di desa, arsip desa juga akan diback up secara IT di Kantor Badan  Perpustakaan dan Arsip. [ali]

Keterangan Foto :  Sucipto.

Tags: