Maspion Resmi Kelola Pelabuhan Gresik

Dirjen Hubla Kemenhub, Agus Purnomo dan CEO Maspion Group, Alim Markus, menyaksikan penandatanganan perjanjian konsesi kegiatan pengusahaan jasa kepelabuhanan yang dilakukan Totok Mukarto, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Gresik dengan Direktur PT SMT Marianus Oei, di Surabaya, Sabtu (8/8). [trie diana/bhirawa]

Gresik, Bhirawa
PT Siam Maspion Terminal (SMT) resmi mengelolah Terminal Siam Maspion di Pelabuhan Gresik, ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Konsesi antara Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik dengan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT SMT, Maspion Grup di Surabaya, Sabtu (8/8) lalu.
Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R Agus H Purnomo, ditandatangani perjanjian konsesi oleh Kepala Kantor KSOP Kelas II Gresik, R Totok Mukarto dan Direktur PT SMT Marianus Oei, maka pemerintah secara resmi telah memberikan penugasan dan hak konsesi kepada PT SMT.
Selanjutnya, PT SMT akan melakukan pengusahaan jasa kepelabuhanan pada Terminal Siam Maspion selama jangka waktu konsesi yang telah disepakati, yakni selama 43 tahun dengan besaran pendapatan konsesi sebesar 2,5% dari Pendapatan Kotor (bruto).
Dirjen Agus juga menjelaskan, sejak diterbitkannya UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, telah membuka kesempatan seluas – luasnya bagi investor baik swasta maupun BUMN/BUMD untuk menanamkan modalnya dalam bidang kepelabuhanan. ”Konsesi menjadi poin penting dalam memulai investasi baik untuk pengelolaan terminal maupun pelabuhan. Konsesi juga menjadi kunci utama daripada bisnis pelabuhan itu sendiri,” katanya.
Dirjen Agus juga memberikan apresiasi kepada PT SMT yang telah menjadi BUP swasta murni pertama di Provinsi Jawa Timur, yang mendapatkan penunjukan konsesi sebagai pelaksana kegiatan pengusahaan jasa kepelabuhanan pada Terminal Siam Maspion di Pelabuhan Gresik.
”Dengan adanya kerjasama antara Pemerintah selaku regulator dengan BUP swasta murni ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik nasional sehingga dapat menekan biaya logistic, serta berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat sekitar pelabuhan,” ujar Dirjen Agus.
Sementara itu, Kepala Kantor KSOP Kelas II Gresik, R Totok Mukarto mengatakan, Pelabuhan Gresik memiliki lokasi dan potensi yang sangat strategis. ”Pelabuhan Gresik berada di dekat Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan lokasinya sangat strategis untuk dapat menjadi penghubung kawasan barat Indonesia dan timur Indonesia,” jelasnya.
Totok berharap, keberadaan Terminal Siam Maspion di Pelabuhan Gresik mampu memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi, sehingga daerah hinterland-nya dapat berkembang lebih pesat lagi dan menjadi salah satu penopang arus investasi di Indonesia.
”Dengan konsesi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk mendukung Program Pemerintah, dalam upaya meningkatkan kelancaran logistik nasional yang efisien, serta peningkatan kapasitas layanan kepelabuhanan di Pelabuhan Gresik,” terangnya.[fen.eri]

Rate this article!
Tags: