Masterplan Minapolitan Budidaya Ditata Ulang

7-kaki-1-panen vanameLamongan, Bhirawa
Masterplan pembangunan kawasan minapolitan perikanan budidaya di Lamongan bakal direview lagi. Itu seiring roadmap pembangunannya yang tak sesuai dengan perencanaan, terutama terkait penyediaan lahan.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan dan Kelautan, Suyatmoko saat Temu Koordinasi dan Perencanaan Pembangunan Minapolitan Perikanan Budidaya Kab Lamongan Tahun 2014 kemarin di Aula Rumah Makan Aqilah.
Menurut Suyatmoko, salah satu penyebab utama roadmap yang tak seiring dengan perencanaan di masterplan adalah penyediaan lahan untuk perkantoran, laboratorium, dan kios pasar sarana produksi. Sehingga perlu adanya review terhadap masterplan yang bakal habis masanya tahun 2016 nanti. Selain itu, cakupan wilayah kawasan minapolitan budidaya di tujuh kecamatan masih terlalu luas. ”Ini membuat pengembangan kawasan tak bisa fokus,” kata dia.
Terkait itu, selain melakukan review masterplan, kedepan akan dibuat opsi sistem pengelolaan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Pusat Pengelolaan Minapolitan. Lahan itu direncanakan akan dibangun di atas tanah bengkok Desa Soko, Kec Glagah.
Ditambahkan Sekkab, Yuhronur Efendi, konsepsi pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan berbasis  kawasan ini sebenarnya sangat bagus karena berdasarkan prinsip-prinsip terintegrasi, efisiensi, berkualitasdan percepatan. Maka agar minapolitan perikanan budidaya difokuskan pada udang vaname, dan secara keseluruhan kegiatan harus dievaluasi. ”Ini karena perkembangan minapolitan perikanan dapat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat, juga indeks daya beli yang nantinya berpengaruh pada Indeks Pembangunan Manusia,” pesan Yuhronur.
Lokasi kawasan minapolitan budidaya di Lamongan meliputi Kec Glagah sebagai kawasan inti (minapolis). Sedangkan Kec Karangbinangun, Deket, Lamongan, Turi, Karanggeneng, Brondong dan Kec Kalitengah adalah kawasan penyangga (hinterland) dengan komoditas unggulan udang vaname.
Untuk mengembangkan kawasan minapolitan ini, di tahun 2013 saja sudah disalurkan anggaran sebesar Rp5,9 miliar, yang digunakan untuk berbagai kegiatan pembangunan seperti normalisasi saluran air, pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) hingga bantuan sarana prasarana dan pengembangan bibit unggul. Sementara di tahun 2014, porsi anggarannya naik menjadi Rp6,4 miliar dan di Tahun 2015 diusulkan sebesar Rp6,6 miliar.
Minapolitan perikanan budidaya Kab Lamongan didukung dengan luas areal tambak 1.745,2 ha, sawah tambak 23.454,73 ha, dan kolam seluas 341,95 ha. Dengan luas area itu produksi perikanan budidaya Kab Lamongan tahun 2013 sebesar 39.199,88 ton. Angka itu naik dari tahun 2012 yakni 37.245,04 ton. Sedangkan target tahun 2014 sebesar 39.853 ton.
Khusus untuk komoditas udang vaname, produksinya di tahun 2011 yang tercatat sebesar 9.030,23 ton, naik menjadi 11.100,32 ton di tahun 2012 dan sebesar 12.002,12 ton di tahun 2013. Sementara di tahun ini, produksi udang vaname diperkirakan bisa mencapai 28 ton. [yit]

Keterangan Foto : Petani tambak di Lamongan saat melakukan panen komoditas Udang Vaname. [suprayitno/bhirawa]

Tags: