Masyarakat Bondowoso Tuntut Sekda Mundur

Suasana sejumlah peserta aksi yang menuntut Sekretaris Daerah, Syafullah turun, di depan Kantor Bupati Bondowoso kemarin. [Ihsan Kholil]

Bondowoso, Bhirawa
Ratusan warga yang mengatasnamakan Masyarakat Peduli Bondowoso, melakukan aksi demo di depan Gedung Pemkab Bondowoso menuntut Sekretaris Daerah (Sekda) H Syaifullah mundur dari jabatannya.
Mereka berbagai kalangan mulai dari pedagang asongan, tukang becak, hingga petani. Dengan membentangkan spanduk sekitar 15 meter, yang bertuliskan ‘Pecat Sekda Syafullah’, dan beberapa tulisan lainnya, seperti ‘Sekda orang kosong pecat’, ‘lindungi bupati pecat Sekda’.
Aksi yang digelar di depan Kantor Bupati itu, dipimpin langsung oleh Yulianto, tak lain adalah salah seorang kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Sebagai Korlap Aksi itu, Yulianto menyerukan, bahwa Kabupaten Bondowoso dalam beberapa waktu terakhir mengalami kemunduran. Bahkan dalam sejarah politik, tidak pernah terjadi interpelasi yang saat ini sedang bergulir. Selain itu, masalah mutasi ASN selalu dianggap tidak konstitusional dengan fakta-fakta yang disajikan.
“Sekarang bergulir lagi di anggota dewan dengan adanya pansus beberapa badan usaha. Ini memalukan,” seru Yulianto usai berorasi, Kamis (16/1).
Menurutnya, Sekda selaku koordinator satuan kerja tidak mampu mengkoordinir dan tidak memahami regulasi sehingga beban tersebut diberikan kepada Bupati. “Ini yang bagi kami, Sekda tidak patut lagi menjabat di Bondowoso,” lanjutnya.
Dia menilai, bahwa Sekda selama menjabat di Bondowoso, penuh dengan intimidasi dan ancaman pemecatan terhadap ASN yang merupakan hak prerogatif Bupati. “Ini tidak mendidik. Bagaimana birokrasi dibawah bisa tenang ketika mereka berada dalam tekanan. Jangan-jangan saya dipecat, jangan-jangan saya dipindah,” katanya.
Sedangakan mengenai interpelasi, kata dia, bahwa itu adalah hal yang lumrah karena menjadi tupoksi. Namun kesalahan dalam proses yang inkonstitusional bukan hal yang biasa sebab itu menunjukkan ketidakpahaman tentang regulasi proses mutasi ASN.
Mantan Caleg DPRD Pemilu 2019 dari PPP Dapil V itu pun memaparkan, bahwa dari hasil audiensi dengan Wakil Bupati. Wabup Irwan siap secara moril, untuk memecat Sekda Syafullah.
“Saya yakin para pemimpin kita (bupati dan wabup) akan mendengarkan jeritan rakyatnya. Hari Senin kita akan melakukan audiensi karena bupati (yang sekarang) masih di luar kota,” pungkas Yulianto usai bertemu dengan wabup.
Tak hanya itu, dari data yang berhasil dihimpun, selain menuntut Sekda turun peserta juga meminta Bupati Salwa dan wakilnya melaksanakan rekomendasi interpelasi DPRD Bondowoso. Memberikan sanksi kepada Sekda, serta mengembalikan sistem pemerintahan sesuai dengan perundang-undangan.
Namun, di balik aksi demo yang menuntut bupati untuk menurunkan Sekretaris Daerah Bondowoso, H Syaifullah beberapa peserta aksi juga terdiri dari ibu-ibu, dengan membawa anaknya yang masih balita. Bahkan, peserta aksi pun, mayorias anak muda dan juga rata-rata terdiri dari warga pedesaan.
Lalu apa yang di dapat ketika ditanya, beberapa peserta aksi mengaku dibayar Rp 50 ribu. Seperti yang disampaikan, JS (50) warga Kecamatan Pujer, mengaku, mendapat uang Rp 50ribu untuk mengikuti aksi demo itu. Bahkan, dirinya menceritakan bahwa dari uang tersebut Rp 10ribu diantaranya digunakan untuk membeli bensin.
“Olle seket (dapat 50 ribu). Bensin 10 ada sisanya. Katanya juga ada yang dapat 20ribu. Ini yang bagikan orang rumah,” ungkapnya dalam bahasa Madura.
Juga disampaikan oleh, INR (59) warga Desa Jebung Lor, Kecamatan Tlogosari, ia mengaku, hanya mengetahui bahwa yang didemo adalah Sekretaris Daerah yang dinilai tak benar.
“Enggi nikah Pak Sekda se e demo. Pak Sekda tak teppak. Tak oning, pokok tak teppak cak en (Iya, ini pak Sekda yang didemo. Pak Sekda tidak benar. Tidak tahu, pokok tidak benar,” ungkapnya.
Senada disampaikan oleh, HL (40) warga Kecamatan Sukosari yang mengaku hanya ikut-ikutan demo karena diajak saudara. “Saya diajak saudara, tak tahu bilangnya disini, ikut kompak,”pungkasnya.
Sementara itu, pada aksi demo tersebut, Sekretaris Daerah yakni H Syaifullah sendiri tidak bisa menemui peserta aksi, karena sedang menunaikan ibadah umrah.
Pantauan Bhirawa, pada aksi damai untuk menuntut Sekda Syaifullah turun itu, berjalan dengan aman dan lancar. Sebab mendapatkan pengamanan yang ketat dari pihak keamanan, yakni kepolisian dan pihak terkait lainnya. [san]

Tags: