Masyarakat Salah Persepsi, Disnaker Bukan Penyedia Lapangan Pekerjaan

Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo. [cahyono/Bhirawa]

Kab Malang, Bhirawa
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang saat ini telah banyak didatangi masyarakat, yang mana Disnaker dianggap sebagai penyedia lapangan pekerjaan,  sehingga hal ini salah persepsi yang diterima masyarakat. Namun, Disnaker hanya menyalurkan tenaga kerja, bukan penyedia lapangan pekerjaan.

Demikian yang disampaikan, Kepala Disnaker Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo, Kamis (21/1), kepada sejumlah wartawan. Menurutnya, Disnaker

jangan dikonotasikan bahwa Disnaker tempat mencari pekerjaan. Sedangkan Disnaker sendiri memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) perumusan kebijakan ketenaga kerjaan dan transmigrasi, pelaksana kebijakan tenaga kerja dan transmigrasi, administrasi ketenaga kerjaan, pengawasan tenaga kerja dan transmigrasi, pelaporan dan evaluasi bidang tenaga kerja dan transmigrasi.

Karena, lanjut dia, Disnaker telah memiliki bidang-bidang sesuai dengan tupoksinya masing-masing. diantaranya, ada Bidang Industrial yang tugasnya menjaga hubungan dengan industri tetap dinamis, produktif dan aman. Artinya, agar tidak ada gejolak atau tidak ada sengketa maupun perselisihan antara pekerja dan pemberi kerja. “Dan ketika orang bekerja teman aman dan produktif, sehingga bisa menjaga keseimbangan,” ujarnya.

Yoyok menjelaskan, untuk menjaga kesimbangan antara pekerja dan pemberi kerja, maka Disnaker memiliki fungsi untuk menyelenggaran bimbingan teknis (bimtek), sosialisasi, mendekatkan diri agar terjalin hubungan yang kuat antara stakeholder. Sehingga bidang industrial itu mengusahakan agar permasalahan antara pekerja dan pemberi kerja bisa terselesaikan secara internal. Dan jika ada perselisihan bisa diselesaikan dengan bipartit bukannya tripartit atau melalui pemerintah, atau bisa diselesaikan secara internal itu lebih baik.

Selain Bidang Industrial, kata dia, juga ada bidang Penempatan Tenaga Kerja, yang salah satu tugasnya mengirim Pekerja Migran Indonesia ke luar negeri. Sehingga bidang tersebut telah memiliki visi untuk mencegah pengiriman pekerja migran Indonesia secara ilegal. Dan di Disnaker Kabupaten Malang juga ada Bidang Pelaksanaan Pelatihan dan Produktivitas, dan bidang itu memiliki tugas untuk mempersiapkan pelatihan bagi pencari kerja. “Yang visinya untuk mencetak adik-adik yang belum pernah bekerja menjadi siap bekerja, baik soft skill maupun hard skill,”  terang dia.

Sedangkan, masih dikatakan Yoyok, soft skill merupakan kemampuan bersosialisasi dan komunikasi yang harus dimiliki calon pekerja. Dan untuk hard skill sendiri merupakan kemampuan spesifik yang harus dimiliki untuk sebuah pekerjaan tertentu. Disnaker untuk memberikan pelatihan kepada calon pekerja, hal ini   berdasarkan anggaran yang ada, dan kita maunya ada pelatihan sebanyak-banyaknya, tapi kalau tim anggaran hanya memberikan jatah 10 pelatihan, tentunya tidak bisa ditambah.

Hingga kini, dia menegaskan, Disnaker terus menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan di wilayah Kabupaten Malang terkait progran Corporate Social Responsibility (CSR). Dan jika ada perusahaan yang memberikan program CSR, maka akan kita laporkan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, yang mana Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut yang memiliki tupoksi untuk mengakomodir CSR perusahaan. “Program CSR yang nantinya kita manfaatkan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat Kabupaten Malang yang pra kerja,” paparnya.

Selanjutnya, Yoyok menambahkan, juga ada Bidang Transmigrasi, dimana bidang itu memiliki tugas untuk mengirimkan para transmigran dan mempersiapkan pelatihan sebelum mereka diberangkatkan. Namun, transmigrasi itu merupakan program Pemerintah Pusat, yang artinya kuotanya ditentukan oleh Pemerintah Pusat. [cyn]

Tags: