Mau Dibangun Satpolair, Tim Rorena Polda Jatim, Survei Pantai Tuban

Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono, S.I.K., S.H., M.H. saat mendampingi Kabagstrajemen Rorena Polda Jatim AKBP Moh. Bashori, S.I.K., melihat lokasi rencana lokasio akan dibangunya Satpolair pantai mamer Ds. Margosuko Kecamatan Bancar.

Tuban, Bhirawa
Tim Biro Perencana (Rorena) Polda Jatim mendatangi Kabupaten Tuban untuk melihat secara langsung rencana Studi Kelayakan pembentukan Satuan Polisi Perairan (Satpolair) di wilayah hukum Polres Tuban.

Rombongan Tim Renora Polda Jatim yang dipimpin langsung oleh Kabagstrajemen Rorena Polda Jatim AKBP Moh. Bashori, S.I.K., didampingi Kasubbagstrabang Bagstrajemen Kompol Roni Jusuf, S.H., ini menyempatkan mengunjungi lokasi di pantai mamer Ds. Margosuko Kecamatan Bancar untuk melakukan peninjauan dan survei lokasi.

Seperti yang disampikan oleh Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono, S.I.K., S.H., M.H., usai rapat koordinasi di ruang Sanika Satyawada Polres Tuban, bahwa pengajuan pembentukan Sat Polair di wilayah Tuban sudah sejak 2017 silam.

“Polres Tuban sudah sejak 2017 mengajukan Pembangunan Sat Polair, Kami juga sudah memperoleh Hibah tanah dan sudah bersertifikat sejak tahun 2011 seluas 6.710 m² di Kecamatan Bancar tidak jauh dari bibir pantai,” kata Kapolres Tuban,(22/10).

Lebih lanjut Kapolres menyampaikan pertimbangan yang mendasar diajukannya pembentukan Sat Polair di wilayah hukum Instansi yang dipimpinnya adalah letak geografis.

“Luas wilayah laut kurang lebih 22.608 m² dan garis pantai 65 km dan sepanjang pantai tersebut ada pelabuhan-pelabuhan yang strategis antara lain Pelabuhan TPPI, PT Semen Indonesia, PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Holcim, PLTU Tanjung Awar-awar dan sebentar lagi ada pembangunan Mega proyek Kilang Minyak Pertamina Rosneft, itu yang mendasari Polres Tuban mengajukan segera di bangunnya Sat Polair, mengingat saat ini cuma 7 personil Polair yang ada, itupun dari ditpolair,” jelas Ruruh.

Sejalan dengan pernyataan Kapolres Tuban, Kabagstrajemen Rorena Polda Jatim AKBP Moh. Bashori, S.I.K. menyampaikan hasil coffe morning dengan Kapolda Jatim bahwa Polres Pesisir yang belum memiliki Sat Polair agar melakukan pengusulan.

“Di setujui atau tidak yang pertama adalah kesiapan dari Polres yang kedua adalah partisipasi dan dukungan dari Instansi lain, kemudian masyarakat menyatakan saat ini kami benar-benar perlu kehadiran Kepolisian khususnya Sat Polair dan sebagainya, ini adalah yang sangat penting sehingga Kita bisa meyakinkan bahwasanya memang Sat Polair yang ada di Tuban ini memang penting untuk di bentuk Satuannya,” kata AKBP Moh. Bashori, S.I.K..

Ditempat yang sama, Kasi Sarpras Dinas Perikanan Kabupaten Tuban Warsito menyampaikan kepada Tim kendala saat ini karena belum terbentuknya Sat Polair di Wilayah Tuban.

“Ketika ada apa-apa, selam in kita selalu koordinasi ke Ditpolair Tanjung Perak, ini terkendala dengan jarak dan lain sebagainya, sedangkan permasalahan yang ada di kabupaten Tuban ini banyak diantaranya perbatasan dengan Jawa tengah, permasalahan area tangkap nelayan dll, pembentukan Sat Polair di Kabupaten Tuban ini sangat di butuhkan,” keluah Kasi Sarpras Dinas Perikanan Kabupaten Tuban.

Untuk diketahui, Kabupaten Tuban mempunyai letak yang strategis, yakni kabupaten perbatasan antara Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah dan menjadi salah satu kabupaten di Jawa Timur yang terletak di pesisir Pantai utara dengan panjang pantai mencapai 65 km serta akan dibangunnya Mega proyek strategis Nasional pembangunan kilang minyak Pertamina Rosneft.

Hal ini yang menjadi pertimbangan perlunya dibentuk satuan Polair untuk mengamankan perairan di Wilayah hukum Polres Tuban.

Turun hadir dalam koordinasi terkait Studi Kelayakan pembentukan Satpolair di wilayah hukum Polres Tuban, para PJU, Kasi Kesbangpol Chusnul Y., Staf ahli Bupati bidang Perekonomian Kartono, Kasi Sarpras dinas perikanan kabupaten Tuban Sdr. Warsito, BPBD, perwakilan Satpolair Pos Tambakboyo. (Hud)

Tags: