Pemkot Blitar Berikan Motivasi dan Workshop IKM

21-DACKota Blitar, Bhirawa
Dalam rangka mewujudkan  APBD Pro Rakyat, Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar berikan Bimbingan Motivasi dan Workshop Peningkatan Kapasitas Pelaku IKM, Kamis (20/3) kemarin.
Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Koesoemo Wicitro Kota Blitar dengan peserta sebanyak 250 pelaku IKM.
Seperti diungkapkan Kepala Disperindag Kota Blitar, Hermansyah Permadi, menyampaikan laporannya melalui bimbingan ini untuk meningkatkan kapasitas, kualitas, dan motivasi IKM di Kota Blitar.
“Bimbingan motivasi ini lebih sebagai upaya untuk mendorong semangat dan gairah kerja para pelaku IKM dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan produksi dan pemasaran produk guna mempercepat tercapainya peningkatan kesejahteraan para pelaku usaha IKM Kota Blitar,” kata Hermansyah Permadi.
Sementara itu, Wali Kota Blitar, Muh Samanhudi Anwar menyebut bahwa motivasi memegang peranan penting dalam berusaha. Karena jika motivasi dalam berusaha besar kemudian ditunjang kerja keras, maka peluang sukses akan lebih besar.
“Jadi pelaku bisnis itu harus kreatif, jujur, dan memiliki manajemen pemasaran yang baik. Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah menguasai berbagai bahasa dan berpenampilan menarik,” kata Muh. Samanhudi Anwar, SH.
Selain itu dikatakan orang nomor satu di Kota Blitar ini berharap, pelaku IKM bersiap menghadapi persaingan global dengan memperkuat kebersamaan dengan sesama pelaku bisnis.
Bahkan dalam bimbingan motivasi, Pemkot Blitar juga memberikan bantuan alat produksi sesuai dengan pelatihan yang telah diikuti. Di antaranya 40 unit peralatan menjahit,  5 macam peralatan konveksi, 1 set peralatan gergaji untuk kelompok pengrajin yoyo, serta  4 set peralatan batik cap untuk 4 kelompok.
Sementara itu, perlu diketahui pengelolaan DBHCHT terus dievaluasi agar semakin besar nilai manfaatnya bagi masyarakat dalam mendukung ekonomi kerakyatan yang ada di Kota Blitar dengan tetap mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku, khususnya undang – undang nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan atas undang – undang nomor 11 tahun 1995 tentang cukai.
Sejalan dengan peraturan perundangan yang berlaku, Pemerintah Kota Blitar mengelola DBHCHT diantaranya untuk peningkatan pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai dan/ atau pemberantasan barang kena cukai. Seluruh program/kegiatan yang dibiayai dari DBHCHT ini juga terus berusaha kita sinergikan untuk mendukung visi APBD Pro Rakyat.
Dana bagi hasil cukai hasil tembakau memiliki banyak manfaat apabila dikelola dengan baik dan benar sesuai dengan peruntukannya serta sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Dana yang sumbernya dari masyarakat ini, sebagian besar pada akhirnya juga kembali kepada masyarakat. Akan tetapi, karena karakter DBHCHT ini adalah spesific grant maka peruntukannya hanya untuk hal – hal tertentu yang memang diijinkan oleh peraturan perundangan.
Bahkan selama ini Pemerintah Kota Blitar telah berupaya melaksanakan berbagai program dan kegiatan dari DBHCHT diantaranya memperbaiki layanan kesehatan, melakukan berbagai pelatihan bagi UMKM, membantu permodalan, memperluas akses terhadap lapangan pekerjaan, dan melakukan sosialisasi bahaya rokok ilegal.
Semua ini dilakukan dalam kerangka aturan hukum yang berlaku khususnya peraturan menteri keuangan nomor : 20/PMK.07/2009 tentang penggunaan dana bagi hasil cukai hasil tembakau dan sanksi atas penyalahgunaan alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau.
Dimana penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau sebagaimana dimaksud dalam pasal 66 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007, digunakan untuk mendanai kegiatan: a. Peningkatan kualitas bahan baku, b. Pembinaan Industri, c. Pembinaan lingkungan sosial, d. Sosialisasi ketentuan di bidang cukai dan/atau pemberantasan barang kena cukai. Dalam peraturan yang baru ini, tersirat bahwa Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dapat digunakan untuk pembinaan lingkungan sosial.  [htn]

Tags: