Melanggar PSBB Tahap 2, Warga Disuruh Bersihkan Makam di Sidoarjo

Nur Ahmad Syaifudin. [alikus/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Tim Gugus Tugas Covid-19 Sidoarjo tidak main-main dalam menerapkan PSBB tahap ke-2 yang akan berlangsung sampai 25 Mei nanti. Apabila masih tetap bandel ada yang melanggar, sanksi sosialnya cukup tegas. Salah satu diantaranya ada yang akan disuruh membersihkan makam.
Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sidoarjo, Nur Ahmad Syarifudin, menegaskan pihaknya memang akan melakukan pengetatan aturan dalam memberlakukan PSBB pada tahap ke-2 ini.
Kebijakan tersebut diputuskan setelah mengevaluasi PSBB tahap pertama, untuk memutus mata rantai penularan pandemi Covid-19 di wilayah Sidoarjo.
Nur Ahmad Syarifudin yang juga Wabup Sidoarjo tersebut menyebutkan, pada tahap ke-2 ini, akan ada penekanan untuk memberdayakan potensi RT dan RW yang ada di tingkat desa/kelurahan.
Menurut Nur Ahmad, warga yang keluar dari desa harus mengantongi surat keterangan dari RT atau RW. Agar warga tidak sembarangan keluyuran tak jelas tujuan dalam kondisi Pandemi Covid-19.
“Ini untuk memutus mata rantai penularan penyebaran Covid-19, yang di daerah kita masih tinggi,” kata Nur Ahmad Syaifudin, Kamis (14/5) kemarin.
Dalam form surat keterangan yang dikeluarkan RT dan RW tersebut, lanjut Nur Ahmad, akan tertera nama, tujuan, pekerjaan, masa berlaku surat keterangan tersebut.
Bila masih keluyuran tidak jelas tujuan dan terjaring oleh petugas, warga yang tidak membawa surat keterangan tersebut akan dikenai sanksi oleh petugas.
Dirinya menyebut sanksi sosial yang akan diberikan diantaranya membersihkan rumah ibadah, membersihkan kampung, menjadi relawan di dapur umum dan menjadi pembersih makam.
“Ini diantaranya penekanan yang ada pada PSBB tahap ke-2 ini bagi yang tetap bandel, semoga sanksi tersebut bisa sebagai efek jera supaya tidak terus mengulangi lagi,” komentarnya.
Diakuinya pada PSBB tahap kesatu, tidak ada penekanan seperti itu. Semoga PSBB tahap ke-2 lebih optimal dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sidoarjo.
Dirinya mengakui warga Sidoarjo yang terpapar Covid-19 terus tambah banyak. Pada update Rabu (13/5) kemarin, warga yang positip 227, PDP 275 dan ODP 929. Dari pasien positip, 16 dinyatakan sembuh dan yang meninggal dunia 22.
Dari hasil evaluasi, pasien yang terkonfirmasi positif di Kabupaten Sidoarjo karena sekitar 60 persen sebelum nya menjadi PDP.
Menurut ia, untuk mencegah dan memutuskan mata rantai Covid-19 ini bukan tanggung jawab Pemerintah atau rumah sakit saja. Namun juga masyarakat. Dengan melakukan perilaku hidup sehat. Keluar rumah pakai masker dan menjaga jarak sosial.
“Semoga kerja sama antara Pemerintah dan masyarakat itu bisa menurunkan pasien Covid -19 di wilayah kita,” katanya.
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Surmadji, mengakui masih banyak masyarakat yang bandel dan melanggar pada PSBB kesatu. Dalam operasi petugas biasanya sebelum dan sesudah Subuh, kadang terjaring 300 an warga yang masih keluyuran tidak jelas tujuan.
“Mereka yang masih tetap saja bandel ini, siap-siap saja kena sanksi ini dan menjadi relawan Covid-19 ini,” katanya. [kus]

Tags: