Melatih Sabar Hadapi Corona

Asri Kusuma Dewanti

Oleh :
Asri Kusuma Dewanti
Pengajar FKIP Universitas Muhammadiyah Malang

Belakangan ini semua orang bicara virus Corona (Covid-19). Pasalnya, hadirnya virus Corona ini bersifat global dan membawa korban yang luar biasa banyak di semua negara. Tanpa, terkecuali di negeri Indonesia tercinta ini. Itu artinya, bisa dipastikan semua negara di dunia terimbas virus Corona. Hingga akhirnya, melalui penyebaran virus Corona yang sedemikian rupa, maka virus Corona terkatakan sebagai pandemi atau suatu wabah.
Wabah Corona adalah musibah yang harus kita hadapi dengan kesabaran, sebagaimana disebutkan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang termaktub dalam (QS. Al-Baqarah [2]: 155-157), yang artinya : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Inna lillahi wainna ilaihi raji’un’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Rangkaian ayat tersebut merupakan tuntunan komprehensif dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam menghadapi musibah, sebab bagaimanapun kita manusia tidak mungkin lepas dari musibah. Namun Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mengisyaratkan agar manusia tetap berpikir positif dalam menghadapi musibah karena walaupun sebesar apapun musibah yang dirasakan sejatinya masih lebih sedikit dibanding besarnya rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada kita manusia.
Kita manusia akan keluar dari musibah itu asal kita bisa sabar menghadapinya, sebagaimana yang termaktub dalam surat Az-Zumar ayat 10 yang artinya, “Katakanlah hai hamba-hambaKu yang beriman. Bertakwalah kepada Tuhanmu. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas’.
Melalui kesabaran, segala kesedihan dan dampak dari segala musibah itu akan dapat diatasi karena sabar pada hakikatnya adalah kemampuan jiwa untuk menghimpun potensi diri guna mencari jalan keluar untuk mengatasi musibah dan tidak hanya berkeluh kesah. Sabar itu ada tiga macam, yang paling tinggi adalah sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah, kemudian sabar dalam meninggalkan kemaksiatan kepada Allah, kemudian sabar terhadap takdir Allah.
Nah, terkait tentang pandemi Corona (Covid-19) bisa masuk dalam sabar terhadap takdir Allah. Sehingga, kita setiap mukmin wajib meyakini bahwa makhluk mikro tak kasat mata ini pun ciptaan-Nya. Allah menciptakan segala sesuatu sesuai dengan qodarnya. Kita manusia wajib membangun keimanan bahwa corona, makhluk renik tak kasat mata itu pun menunjukkan tanda kebesaran Allah.
Betapa dunia guncang, atas kehendak-Nya semata. Melalui mahkluk mikro yang bernama virus Corona manusia sudah benar-benar dibuat tidak berdaya. Hendaknya kita manusia menjadikan pelajaran ini untuk mempertebal iman dan taqwa, sehingga hadirnya makhluk renik tak kasat mata bernama corona ini menguji kesabaran kita manusia. Oleh karena itu, mari jadikan Ramadan ini momentum untuk melatih kita bersabar menghadapi segala sesuatu yang telah digariskan untuk dihadapi agar kelak mendapatkan rida Allah SWT dalam setiap aktivitas yang dijalankan. Wallahu a’lam bishshawab. [*]

Rate this article!
Tags: