Melengkapi Bekal Akademik, Siswa SD Mudipat Dibekali Ketrampilan Life Skill

Tim Juri, diketuai Ustadzah Etik Dwi Maharti, Ustadzah Dwi Triana, Ustadzah Suliyati dan Ustadzah Titik Iftitah melakukan penilaian hasil kreasi siswa, sedangkan M Adeeb dan Aska Luna memberikan penjelasn tentang masakannya. [trie diana]

Surabaya, Bhirawa
SD Muhammadiyah 4 (SD Mudipat) Pucang, Surabaya memberikan bekal life skill kepada siswanya sebelum lulus, dengan cara menggelar ujian praktik EBTA memasak dan resital yakni memainkan mini orchestra, kepada 271 siswa selama dua hari yakni Kamis (13/2) hingga Jumat (14/2) lalu di lapangan sekolah. Namun meski masuk materi ujian ternyata para siswa dan siswi kelas VI yang akan menempuh Ujian Nasional (UN), mengikutinya dengan perasaan suka cita dan gembira.
Menurut Wakil Kepala SD Muhamamadiyah 4 (Mudipat) Pucang, Ustadzah Aliyatuz Zakiya Darmawati, untuk siswa kelas VI baik putra maupun putri ini sebenarnya Ujian Prakteknya (Uprak) tidak hanya memasak dan resital saja. Tetapi seluruh mata pelajaran yakni PKN, IPS, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, Al Islam, PJOK (Pendidikan, Jasmani, Olah raga, dan Kesehatan), dan SBdP (Seni Budaya dan Prakarya) . ”Nah SBdP ini, selain praktek memasak dan resital juga ada menggambar,” katanya.
Dan SD Mudipat, jelas Ustadzah Lia-sapaan akrab Wakil Kepala Sekolah, tidak hanya membekali pelajaran akademik saja, tetapi juga membekali dengan sesuatu hal yang sifatnya life skill yakni ketrampilan hidup dan bekal hidup. Sehingga dengan bekal life skill yang didapatkan di sekolah kedepannya para siswa sudah bisa hidup mandiri, misalnya dengan menjadi chef hotel atau restoran.
Tim Penilai Praktik Memasak, diketuai Ustadzah Etik Dwi Maharti, Ustadzah Dwi Triana, Ustadzah Suliyati dan Ustadzah Titik Iftitah. Ustadzah Etik menjelaskan, kreteria penilaian memasak untuk masakan Nasi Goreng dan minuman ini ada empat kreteria yakni tentang kebersihan, teknik memasak, apakah sudah benar dan sesuai ketentuan, rasa, penyajian dan waktu.
“Untuk waktu, apakah para siswa bisa memanfaatkan waktu dengan efisiensi ataukah belum, dan juga kerjasama dalam kelompok. Tetapi dari semua kreteria penilaian itu, untuk rasa mempunyai penilaiannya tertinggi. Karena anak – anak ini seleranya tidak sama,” kata Ustadzah Etik.
Salah satu siswa, Aska Luna menyatakan sangat senang bisa belajar memasak dan ikut ujian praktek memasak dengan berkelompok bersama teman – teman sekelasnya. “Kami senang bisa belajar memasak, bekerja bersama dan setelah ikut ujian praktik memasak ini sekarang bisa memasak Nasi Goreng. Senang bisa mandiri, belajar menjaga kebersihan, sebab setelah memasak ternyata harus dibersihkan lagi,” kata Aska Luna yang menyajikan masakan Nasi Goreng Telur, Sate Ayam, Teh Sereh dan buah segar.
Ujian praktik untuk siswa kelas VI tahun ajaran 2019/2020 ini tidak hanya memasak saja, sebelumnya juga ada resital yakni bermusik dan bernyanyi dengan mengusung tema Unity in Harmony dengan tiga Lagu pilihan, yakni Pajjar Laggu dari Madura, Rambadia dari Sumatera Utara, dan lagu Pileuleuyan dari Jawa Barat. Juga ada praktik Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia, serta praktik tahfidzul quran, hafalan surat – surat pendek, salat dan wudu. Selain itu, Praktik IPA dan Olah Raga. [fen]

Tags: