Membangkitkan UMKM Pascapandemi Covid-19

Oleh :
Novi Puji Lestari
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan tiang penyangga ekonomi nasional. Menjadi logis adanya, jika nasib UMKM di Indonesia perlu terus mendapat perhatian dan pengawalan dari pemerintah dan semua pihak, terlebih pasca pandemi Covid-19 di tanah air. Berbagai kebijakan instrumen dan kehadiran pemerintah pun sejatinya sangat jelas terlihat, salah satunya melalui paket program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Namun, persoalannya dalam membangkitkan UMKM selama dan pascapandemi Covid-19 saat ini, tidaklah cukup dengan regulasi. Lebih dari itu tentu sangat dibutuhkan peran dan kerjasama dari semua pihak. Nah, melalui tulisan inilah penulis mencoba memberikan kontribusi pemikiran terkait upaya membangkitkan UMKM pascapandemi Covid-19, melalui berbagai cara dan solusi.

Akses penyaluran kredit UMKM

UMKM memberikan peranan yang luar biasa bagi perekonomian dan oleh karena itu peranannya harus terus ditingkatkan produktivitasnya, juga daya kompetisinya. UMKM dinilai mampu menciptakan kesempatan kerja yang luas dan memiliki daya entrepreneur yang luar biasa di dalam masyarakat. Terlebih, ke depan pemerintah menginginkan agar UMKM di Indonesia mampu melakukan penetrasi ekspor, karena dengan melakukan ekspor maka tidak saja UMKM tersebut mendapatkan keuntungan, namun perekonomian Indonesia juga akan semakin kuat.

Untuk mendukung para UMKM di dalam melakukan penetrasi pasar ekspor, pemerintah membentuk Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia yang dapat memberikan pinjaman dalam bentuk modal dan juga bimbingan teknis serta untuk membantu memasarkan produknya di luar negeri. Namun kenyataannya berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, pembiayaan kredit perbankan UMKM di Indonesia baru mencapai 19,97%.

Itu artinya, pembiayaan kredit perbankan UMKM masihlah sangat rendah. Padahal, melalui pembentukan holding BUMN ultra mikro diharapkan mampu mendorong pengembangan UMKM dalam akses permodalan, pembayaran dan penguatan digitalisasi UMKM yang masih rendah. Tanpa penetrasi yang kuat akan sulit bagi usaha mikro dan kecil untuk meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing. Holding ini diharapkan juga dapat membina pelaku UMKM untuk menerapkan pola-pola usaha yang lebih modern.

Penulis sangat mengapresiasi keputusan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang menganjurkan perbankan untuk menyalurkan kredit UMKM paling sedikit 30 persen dari total penyaluran kredit pada 2024. Hal itu diharapkan bisa membantu pertumbuhan UMKM di masa mendatang, (Kontan, 13/9/2021). Anjuran tersebut, sesuai ketentuan yang tercantum pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 17 Tahun 2015, porsi kredit UMKM telah disiapkan sebesar 20 persen. Sebab itu, akses pembiayaan yang masih terbatas ini perlu untuk segera diatasi sehingga dapat membantu UMKM dan sektor informal untuk bertahan selama pandemi.

Terlebih lagi, UMKM merupakan pilar terpenting dalam menggerakkan roda ekonomi Indonesia. Jumlah UMKM yang mencapai 99,9 persen dari pelaku usaha juga telah berhasil menyerap tenaga kerja sebesar 97 persen dari total tenaga kerja Indonesia. Secara keseluruhan, UMKM telah berkontribusi sebesar 61,07 persen terhadap PDB Indonesia atau senilai Rp8.573,89 triliun.

Meningkatkan skill up UMKM

Kalau pemerintah terus berbicara ekonomi Indonesia tulang punggungnya UMKM, maka sudah semestinya UMKM yang ada perlu mendapat perhatian untuk bisa dikembangkan. Walaupun pemerintah telah banyak pemberian bantuan modal terhadap pelaku UMKM, namun jika tanpa upgrade maka peran dalam mendukung pembangunan daerah tidak akan terwujud maksimal. Hal yang kini, urgen perlu dilakukan pemerintah adalah menyiapkan rantai pasok bahan baku untuk UMKM, bagaimana produksi dengan efisien dan manajemen keuangan yang akuntabel. Sekaligus, terus mengasah dan meningkatkan skill up atau keterampilan UMKM.

Melalui skill up atau keterampilan UMKM ini diharapkan pelaku UMKM bisa lebih mudah memperbesar usahanya, supaya bisa naik kelas, terutama bagi UMKM yang memiliki inovasi bisnis yang baik. Itu artinya, seiring dengan perkembangan waktu, jelas UMKM memerlukan upgrade dari berbagai sisi, seperti upgrade skill maupun kemauan serta mengikuti perkembangan kemajuan teknologi. Lebih, jelasnya berikut ini kontribusi pemikiran penulis betapa pentingnya skill up UMKM yang perlu mendapat perhatian dan dikembangkan oleh para pelaku UMKM.

Pertama, kemauan, keberanian dan keterampilan bagaimana mau berusaha. Maka skill keterampilan harus ditambah terus. Termasuk skill dalam mengelola emosi untuk menggunakan keuntungan sesegera mungkin.

Kedua, memaksimalkan peran wirausaha. Selain ditopang dengan kemauan dan keberanian yang kuat dan modal yang cukup, untuk bersaing diera sekarang para pelaku KUMKM juga harus meningkatkan skill berwirasusaha dan mengaplikasikan usaha dengan sistem IT dan internet atau secara online. Dan yang paling terpenting seorang wirausaha juga harus memiliki keterampilan lebih dalam manejemen keuangan.

Ketiga, mengasah kemampuan storytelling berperan penting dalam menarik konsumen. Cara ini dilakukan dengan melakukan promosi melalui cerita atau konten yang dibangun secara unik agar pelanggan tertarik untuk membeli suatu produk. Perlu diketahui, sebuah konten dapat membekas di ingatan pembaca bila cerita di dalamnya memiliki spirit tertentu.

Keempat, digital marketing menjadi kemampuan krusial saat ini. Menurut data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, pada 2021 jumlah pengguna ponsel pintar di Indonesia mencapai 167 juta orang atau 89 persen dari total penduduk Indonesia. Maka dari itu, pemasaran di ranah digital menjadi penting guna mencaplok pasar yang saat ini juga tengah berkembang secara online. Dengan begitu, digital marketing diharapkan dapat merangkul konsumen secara cepat, tepat, dan luas.

Melalui keempat, skill up atau keterampilan UMKM tersebut diatas, jika dapat terkuasai dan mampu teraplikasikan, maka besar kemungkinan akan memberikan potensi besar terhadap perkembangan para pelaku UMKM di negeri ini. Oleh sebab itu, ada baiknya pelaku UMKM jika memang memutuskan untuk bergabung ke dalam ekosistem marketplace penguasaan skill up tersebut mutlak terkuasai dan mampu diimplentasikan. Semua itu, agar usaha yang dijalankan dapat terus bersaing di era digital dan mampu memberikan prospek cemerlang bahwa pascapandemi Covid-19 UMKM bisa tetap bangkit.

——— *** ———-

Tags: