Membumikan Pendidikan Toleransi di Masa Pandemi

Oleh :
Nurul Hidayatillah, S.Pd
Guru Agama SDN Kaliwining 07 Rambipuji Jember.

Pilu melihat beberapa aksi teror, bom bunuh diri, penyerangan terhadap aparat kepolisian yang terjadi di negeri ini, tak pantas dan layak untuk dikecam aksi keji seperti itu.

Agama manapun tidak membenarkan aksi terror yang keji itu. Agama sejatinya adalah jalan, jalan dimana akan membawa seorang hamba kepada penciptanya.

Agama sejatinya juga diartikan aturan atu pedoman bagi pengikutnya, dimana mereka akan diarahkan ke jalan yang mengajak kebaikan dan kebenaran.

Sejatinya semua agama baik, Islam, Kristen Katolik, Protestan, Hindu, Budha ,dan Khonghucu itu mengajarkan kebaikan , menghargai, menghormati agama satu dengan agama lain tanpa ada cacian maupun saling menjatuhkan.

Nilai universal dalam agama satu dengan yang lain sesungguhnya sama tujuannya yakni mengajarkan sikap saling meghormati dan menghargai sesama (Ainul Yakin:41-45).

Dalam agama Hindu, ada ajaran-ajaran yang menekankan pada semua pengikutnya untuk selalu meningkatlan dan menjaga moral dan etika.

Ada tiga kunci pokok yang selalu ditekankan kepada pengikutnya untuk selalu diterapkan dalam hidup ini yaitu: “Rta”, Satya” dan Dharma”. Rta mengandung pengertian aturan-aturan moral dalam hidup yang harus ditegakkan. Satya berarti kebenaran yang harus ditegakkan dalam kehidupan manusia. Dharma adalah ajaran Hindu yang sangat menjunjung tinggi kebenaran.

Dalam agama Budha menganjurkan kepada pengikutnya untuk selalu menegakkan kebenaran, keadilan dan kesejahteraan ummat manusia juga dapat ditemukan dengan mudah. Hal ini terbukti bahwa agama budha memposisikan ajaran menegakkan kebenaran dan meninggalkan keburukan yang disebut “Hasta Arya Marga”

Dalam agama Katolik, kita juga dapat menemukan nilai-nilai universal tentang kebenaran, keadilan dan kesejahteraan ummat manusia. Sepuluh pedoman dalam agama Katolik (The Ten Commandment). Menerapkan cinta kasih sayang untuk menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan dan antara manusia dengan manusia, hormatilah bapak-ibumu, jangan membunuh, jangan berbuat cabut, jangan mencuri, jangan menjadi pendusta, jangan mengambil hak orang lain.

Dalam agama Kristen Protestan kita juga dapat menemukan perintah-perintah yang menekankan agar para pengikutnya mengikuti jaran moral Kristen; yaitu selalu menjunjung tinggi moral untuk melakukan perbuatan baik dan menghindari perbuatan buruk agar supaya mampu untuk hidup abadi di sorga dan terhindar dari neraka.

Dalam agama Islam, nilai-nilai universal tentang kebenaran, keadilan dan perlunya membangun kesejahteraaan ummat manusia juga menjadi pokok ajaran bagi pengikutnya. Islam menganjurkan untuk di jalan yang benar dan meninggalkan jalan yang buruk. Selain itu Islam juga menganjurkan kepada pengikutnya untuk selalu menjaga hubungan antara sesama manusia( saling menghormati dan menyanyangi) dan menjaga hubungan dangan Tuhannya (melakukan perintahnya dan menjauhi segala larangannya.

Toleransi bukan berarti kemudian kita mengikuti keyakinan (aqidah) agama satu dengan yang lain, beribadah agama satu dengan yang lain, melainkan esensi toleransi adalah menghormati, menghargai, menjunjung tinggi kebersamaan, persahabatan tanpa adanya permusuhan dan saling menjatuhkan.

Dalam hubungannya dengan agama dan kepercayaan, toleransi berarti menghargai, membiarkan, membolehkan kepercayaan, agama yang berbeda itu tetap ada, walaupun berbeda dengan agama dan kepercayaan seseorang. Toleransi tidak berarti bahwa seseorang harus melepaskan ke- percayaannya atau ajaran agamanya karena berbeda dengan yang lain, tetapi mengizinkan perbedaan itu tetap ada.( H. Bahari, 55)

Fakta telah bercerita bagaimana ketidakserasian kehidupan yang plural telah menjadi pemicu terjadinya berbagai kerusuhan, meskipun pemicunya bukan hanya dari segi agama. Di tengah-tengah pluralitas ini, agenda yang dirasa sangat urgen adalah bagaimana menciptakan sebuah hubungan yang harmonis, terutama bagi para pemeluk agama yang berbeda.

Adapun nilai universal dalam agama satu dengan yang lain sesungguhnya sama tujuannya yakni mengajarkan sikap saling meghormati dan menghargai sesama, bahwa setiap agama memiliki konsep dan perhatian yang serius mengenai toleransi beragama untuk terwujudnya kehidupan yang aman dan tentram dalam perbedaan. Dengan demikian, pernyataan yang mengatakan bahwa agama memiliki peran dalam setiap sikap dan perbuatan intoleran perlu diteliti dan dikaji ulang kembali agar tidak menjadi stigma yang tidak baik bagi agama tertentu

Baik sesama agama maupun antar umat beragama harus bisa menghormati, menyanyangi bukan memusuhi atau bahkan menghina dan menjatuhkan kepada yang lain. Semua itu bukan ajaran Nabi, kelembutan, kasih sayang dan keharmonisanlah yang diajarkan oleh Nabi Muhammmad SAW.

Sudah saatnya kita mengajarkan kepada anak-anak kita sejak dini akan pentingnya toleransi, ajarkan hal-hal positif, kasih sayang, saling menghormati, saling memberi, saling menjaga dan saling melindungi kepada yang lain. Ajari mereka sopan santun, bicara yang lembut, tidak bicara kotor dan tidak menjatuhkan kepada teman yang lain.

Berpegang teguh pada aqidah setiap pemeluk agama sangatlah penting, menghormati, menyanyangi dan melindungi terhadap antar umat agama juga penting, jadilah hamba Tuhan yang taat pada agama masing-masing, dan jadilah hamba Tuhan yang saling menyanyangi dan menghormati. Hiduplah dengan perdamaian jangan pertontonkan keangkuhan dan permusuhan.

———- *** ———–

Tags: