Memetik Hikmah Kasus Reynhard Sinaga yang Mendunia

Oleh :
Mulyanto
Pegiat Pendidikan Anak, Staf SD Muhammadiyah 4 Surabaya
Ini pelajaran penting. Kalau mau terkenal maka jangan jadi manusia biasa-biasa saja. Harus luar biasa. Bikin agar mata dunia terkagum-kagum kepada kita. Bagaimana caranya? Ya harus melakukan hal-hal yang tidak lazim. Lakukan hal yang hebat di luar kebiasaan orang-orang umum lakukan. Tapi ingat, usaha terkenalnya harus yang baik dong! Misalnya terkenal karena jadi pencipta pesawat terbang, jadi presiden adil, jadi penulis novel mega best seller, dan lain-lain. Pokoknya asal jangan terkenal seperti Reynhard ya! Hehe.
Nama Reynhard Sinaga terpaksa dikenal dunia. Sayang, bukan prestasinya memperoleh dua gelar magister di Manchester dan tengah mengambil gelar doktor dari Universitas Leeds, Inggris, namanya banyak disebut-sebut. Telah banyak media memberitakan pemuda kelahiran Jambi itu sehingga mata dunia kini tertuju padanya. Sekali lagi sayang bukan karena prestasinya dia tersohor, tetapi dia terpaksa dikenal masyarakat karena kebiadabannya menjadi “predator setan” pemerkosa lelaki (sesama jenis). Para korban mengecam agar dia membusuk di neraka. Korbannya banyak yang depresi dan dikabarakan ada yang mau bunuh diri. Naushubillah mindzalik.
Banyak media memberitakan, pria 36 tahun yang berasal dari keluarga kaya raya yang tinggal di perumahan elit Depok itu kini mendekam di balik jeruji besi Inggris. Dihukum seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris. Dia disebut pemerkosa berantai terbesar di dunia.
Sebenarnya apa sih kasusnya? Perilaku bejat Reynhard adalah terlibat dalam 159 kasus perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban pria, terdapat 136 perkosaan, di mana sejumlah korban diperkosa berkali-kali. Kasus itu terjadi selama rentang waktu dua setengah tahun dari 1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017.
Reynhard Sinaga ditangkap pada 2 Juni 2017 saat seorang korban yang telah diperkosa terbangun, dan langsung memukulnya sebelum kemudian korban ini melapor ke polisi. Kemudian kasus ini disidang 4 kali dan baru divonis penjara seumur hidup, Senin (6 Januari 2020).
Bagaimana sih aksi pria itu? Berikut kisahnya. Namun tentu saja saya mengisahkan ini setelah membaca dari banyak sumber. Baik media Inggris maupun media di tanah air. Karena sejak vonis jatuh pada si Reynhard ini banyak media memberitakan. Harapan saya semoga kisah ini menggugah kita semua. Khususnya para orangtua. Kemudian menjadikan kasus ini sebagai pelajaran mahal dan agar kita lebih wasapada, semakin berhati-hati, dan semakin teguh hati dan tindakan dalam menjaga anak-anak kita dari mala petaka kebiadaban persoalan macam ini. Sebenarnya benang merahnya adalah perhatian orangtua. Kepeduliannya untuk memperhatikan pergaulan anak sangat penting. Jangan sampai anak berperilaku menyimpang. Apalagi sampai menganut aliran LGBT atau lesbian, gay, biseksual dan transgender/transeksual. Ini jelas malapetaka besar.
Reynhard Sinaga merupakan pemuda Indonesia, kelahiran Jambi tahun 1983 yang tinggal di Depok. Ia memiliki tinggi 170 sentimeter. Merupakan lulusansan arsitektur Universitas Indonesia (UI) tahun 2007. Dia kemudian pergi ke Inggris dengan visa mahasiswa pada 2007 untuk menempuh kuliah di sana. Saat itu usianya 24 tahun. Reynhard Sinaga tinggal selama 10 tahun di Manchester, Inggris hingga ditangkap polisi setempat pada 2 Juni 2017.
Selama di Inggris ia hidup dari uang subsidi orang tuanya: Saibun dan Normawaty yang merupakan keluarga kaya raya-pengusaha sawit dan properti-tinggal di Depok, Jawa Barat. Tentu saja Reynhard tak pernah hidup kekurangan di Manchester. Rey, begitu panggilan kesehariannya, di Inggris tinggal apartemen di Montana House-dekat pusat kota Manchester-yang juga dipakai untuk memperkosa para korbannya.
Perilaku bejat Reynhard dilakukan di apartemen yang disewanya di Montana House. Sebelum membawa mangsanya ke dalam apartemen, Reynhard terlebih dahulu memberikan minuman beralkohol kepada mangsanya yang dicampur obat bius.
Pihak Pengadilan Manchester, Inggris yang melakukan penyidikan kasus itu mengatakan, Reynhard adalah pemerkosa berantai dengan cara membius korbannya dengan GHB (gamma-hydroxybutyrate), kemudian membawanya ke apartemen untuk diperkosa dan direkam. GHB adalah cairan yang membuat korban pingsan hingga kehilangan memori yang parah.
Kemudian Reynhard melakukan aksinya selama beberapa jam. Bahkan satu korban sampai diperkosa tujuh kali dalam delapan jam. Yang lain dibius, berulang kali diperkosa, dan disimpan di flatnya selama 15 jam. Orang-orang ini terbangun dalam keadaan bingung tanpa mengingat apapun. Kondisi linglung ini biasanya diikuti oleh muntah.
Sebenarnya keseharian Reynhard adalah pribadi baik. Banyak kerabat yang mengatakan itu. Bahkan korbannya pun bersaksi demikian.
“Dia baik, lemah lembut, dan sopan. Saya tak bisa membayangkan bagaimana dia melakukan perbuatan keji itu,” kata salah satu korban kepada media.
Kedua orangtuanya menyesalkan kejadian itu. Mereka tidak menyangka anaknya yang rajin ke Gereja itu akan berperilaku “setan” macam itu. Kini semua sudah terjadi. Sungguh penyesalan tiada berarti.
Tentu banyak yang sepakat bahwa Reynhard adalah contoh perilaku biadab. Dia terjerembab dalam lumpur paling nista dalam hidup. Jangan dikira anak difasilitasi harta melimpah, diberi pendidikan mahal maka urusan jadi beres. Tidak demikian. Rupanya pasti ada yang salah dari semua itu. Kekuatan kasih cinta kedua orang tua juga dukungan spiritual agar anak selalu berada di jalan kebaikan pasti dibutuhkan. Bukan “diterlantarkan” akhirnya anak tersesat di jalan kegelapan.
Banyak cara agar orang tua agar dekat dengan anak sehingga anak merasa tak sendirian dan tak kesepaian atau kurang perhatian. Juga banyak cara agar anak selalu dalam kebaikan. Tentu saja pembaca punya cara jitu masing-masing. Buat agar anak selalu mendapat cinta keluarga, terlindungi, dan selalu dalam kebaikan di manapun berada. Serta terus menanamkan pengetahuan, iman, dan amal kebajikan di hati anak dengan sebaik-baiknya. Mari jaga diri dan keluarga dari api neraka. Semoga berfaedah.
——— *** ———-

Tags: