Menaker Ida Fauziyah Nyatakan Skema BSU 2021 Tak Sama dengan BSU 2020

Menaker Ida Fauziyah.

Jakarta, Bhirawa.
Menaker Ida Fauziyah menyatakan; Terdapat beberapa perbedaan antara skema Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2021 dengan BSU tahun 2020. Terdapat 3 perbedaan skema antara BSU 2021dengan BSU 2020, kata Menaker, Rabu (4/8).

Pertama, lanjut nya, pada aspek kriteria calon penerima BSU. Khususnya pada batasan gaji/upah, wilayah, serta sektor pekerjaan yang terdampak. 

Pada BSU 2021 ini, pekerja buruh yng berhak mendapatkn bantuan, harus mempunyai gaji paling bayak sebesar Rp3,5 juta. Dengan ketentuan, pekerja/buruh yng bekerja di wilayah dengan Upah Minimum Provinsi/ Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMP/UMK) lebih besar dari Rp3,5 juta. Maka persyaratan  gaji/upah tersebut menjadi paling banyak sebesar UMP/UMK, dibulatkan keatas, hingga ratus ribuan penuh.

Dicontohkan; UMP DKI Jakarta sebesar Rp4.416.185 dibulatkan menjadi Rp4.500.000,- Begitu juga dengan UMK Keraang, sebesar Rp4.798.320,- dibulatkn menjadi Rp4.800.000,-

“Adapun pada aspek batasan wilayah, pekerja/buruh yang berhak mendapatkan BSU, yaitu pekerja yang bekerja di wilayah PPKM Level 3 dan Level 4, yng ditetapkan pemerintah, sebagaimana dalam Lampiran I Permeaker 61/ 2021,” ungkap Menaker.

Dikatakan, untu BSU tahun 2021 ini, diutama kan bagi pekerja /buruh yangbekerja pada sektor industri barang konsumsi, transportasi, aneka indutri, properti dan real estate. Juga perdagangan dan jasa, kecuali jasa pendidikan dan kesehatan.

“Sedangkan tahun lalu, batasan gaji/upah penerima BSU, maksimal sebesar Rp5 juta dan tidak ada pembatasan wilayah maupun sektor,” ucap Menaker.

Kedua, besaran dana yng akan diterima oleh pekerja pada BSU tahun 2021 ini, sebesar Rp500 ribu per bulan, untuk 2 bulan. Yang akan disalurkan sekaligus sebesar Rp1 juta.

Nominal tersebut, katanya, berbeda dengan tahun 2020 lalu. Dimana dana yang disalurkan pada penerima BSU sebesar Rp600 ribu per bulan, selama 4 bulan. Sehingga jumlah BSU yang didapat per orang Rp2,4 juta.

Ketiga, dari sisi skema penyaluran, khususny pada rekening penerima BSU yng seluruhnya akan disalurkan melalui 4 bank HIMBARA (Himpunan Bank Negara). Yakni Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN. Tahun lalu, penyaluran BSU menggunakan rekening pribadi.

“Diharapkan, penyaluran BSU tahun 2021 ini berjalan lancar, tepat sasarandan dan dapat membantu pekerja yng kekurangan pendapatan Serta mampu mendorong pertumbuhan eknomi,” pungkas Menaker. [ira]

Tags: