Menang, PDIP Hampir Pasti Ketua Dewan

Sri Untari Bisowarno

Sri Untari Bisowarno

Kota Malang, Bhirawa
Meski penghitungan suara secara resmi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang belum dilakukan, tetapi hampir bisa dipastikan jika PDI Perjuangan yang bakal memenangi pemilu legislatif di Kota Malang dan sekaligus nanti akan menjadi Ketua DPRD Kota Malang.
Berdasarkan data yang masuk di DPC PDI Perjuangan Kota Malang, untuk dapil Kecamatan Blimbing PDI Perjuangan mendapat suara  20 ribu, Dapil Kecamatan Lowokwaru   17 ribu  suara, Dapil Kecamatan Sukun 20 ribu suara, Dapil Kecamatan Kedungkandang sebanyak 16 ribu suara, sementara di Kecamatan Klojen sebanyak 10 suara.
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Sri Untari Bisowarno, kepada Bhirawa Kamis (10/4) kemarin mengutarakan, ada kenaikan perolehan suara yang cukup signifikan di semua dapil di Kota Malang. Pihaknya menguraikan  jika kursi DPRD Kota Malang, yang pada periode 2009- 2014 hanya 9 orang, diperkirakan pada periode berikutnya bisa meraih 12 sampai 13 kursi DPRD.
“Kalau melihat jumlah perolehan kita tiap dapil maka jumlah kursi kita akan bertambah, namun belum bisa kami pastikan berapa banyak jumlah kenaikan itu, dan PDI Perjuangan akan menjadi ketua DPRD Kota Malang,” ujar Sri Untari.
Sayangnya pihaknya belum bisa menyebutkan siapa nanti yang akan menjadi ketua DPRD Kota Malang. Sementara itu, kemenangan PDI Perjuangan dimata pengamat politik Mas ud Said,  tidak lepas dari ketokohan yang dimiliki oleh PDI Perjuangan.
Menurut guru besar Univeritas Muhammadiyah Malang (UMM), ini di PDI Perjuangan ada tokoh yang berpengaruh. Selain Joko Widodo sebagai Capres ada figur Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri. “Khusus untuk di Kota Malang, selain kedua tokoh tersebut para calegnya juga berperan penting. Meskipun kebanyakan mereka merupakan calon incumbent tapi dia dimata konstituennya tetap baik makanya, masih dipilih,” terang Masud Said.
Di bagian lain, pihaknya juga menguraikan jika partai yang tokohnya tidak kuat atau dianggab sudah tidak representatif, maka akan ditinggalkan pemilihnya. Ini terjadi pada partai Demokrat, meskipun ada SBY sebagai tokohnya, namun masyarakat menilai SBY, sudah tidak bisa lagi menjadi harapan dia karena yang bersangkutan sudah tidak boleh menjadi calon Presiden. Karena itu suara Demokrat turun drastis.
Sedangkan untuk PKB, yang mengalami kenaikan dia menganggap faktor tokoh sekaliber Mahfud MD, dan Rhoma Irama. “Jangan diremehkan faktor Rhoma Irama, dia berperan dalam mendulang suara di PKB, ini terbukti pada saat kampanye yang dihadiri Rhoma Irama selalu penuh,” tukasnya. [mut]

Rate this article!
Tags: