Mendiskusikan Investasi Singapura untuk IKN

Pemindahan ibukota ini memicu banyak perdebatan. Ada yang berpendapat bahwa pemindahan ibukota ini tidak baik bagi Kalimantan mengingat Kalimantan dianggap sebagai paru-paru dunia dan banyaknya hutan hujan tropis di Kalimantan. Kalimantan merupakan rumah alami bagi 15.000 spesies tanaman berbunga, 3.000 spesies pohon, 380 jenis burung dan beberapa mamalia.

Ada juga yang berpendapat baik karena pemindahan ibukota ini dianggap sebagai langkah awal pemerataan pembangunan di Indonesia. Seiring berjalannya pembangunan ibukota baru yang terletak di Kutai Kartanegara, mulai banyak investor yang menanamkan modalnya di ibukota baru ini seperti dari negara tetangga yaitu Singapura.

Presiden Jokowi juga meyakini bahwa dengan adanya ibukota baru ini. Indonesia memiliki potensi besar pada energi baru terbarukan mencapai 434 gigawatt dari geotermal, angin, surya, biofuel, dan hidro. Presiden menyebut Indonesia memiliki 4.400 sungai dengan potensi besar seperti Sungai Kayan di Pulau Kalimantan yang menjadi sumber energi hijau bagi Kawasan Industri Hijau di Kalimantan Utara. Dengan adanya modal dari investor yang berasal di berbagai negara dapat menambah modaluntuk pembangunan IKN dan juga bisa menjalin bisnis dari berbagai negara. Banyaknya modal yang diberikan investor asing seperti dari Singapura juga membuat warga Indonesia merasa cemas karena menganggap Singapura akan menguasai Indonesia secara perlahan. Bahkan dalam pidatonya di Ecosperity Week Singapura, presiden Jokowi secara terang-terangan mengajak warga Singapura untuk tinggal di Indonesia. Seperti yang kita ketahui negara Singapura adalah negara maju yang pasti warga negaranya ingin hidup nyaman dan bisa berbisnis dengan mudah. Di acara Ecosperity Week Singapura presiden Jokowi juga menyinggung jika orang-orang yang berinvestasi di IKN, presiden Jokowi akan memastikan pemerintah Indonesia memberikan berbagai macam insentif untuk para investor, seperti tax holiday, non-collected value-added tax, super deduction tax, hingga import duty. Terutama untuk industri energi hijau dan industri hijau. Kami warga Indonesia berharap jika investor menanam banyak modal di IKN tidak mengharuskan mereka untuk tinggal di IKN, lebih baik di tempati oleh warga Kalimantan sendiri karena ini adalah tanah milik warga Indonesia dan berharap jika IKN bisa menjadi modal awal untuk pemerataan pembangunan di Indonesia, tidak hanya di IKN ataupun di Kalimantan saja tetapi juga di bagian timur Indonesia.

Laksmi putri widyaningtias
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Tags: