Mengenang Budi Darma Melalui Kumpulan Cerpen Orang-Orang Bloomington

Judul Buku : Orang-Orang Bloomington
Penulis : Budi Darma
Penerbi : Noura Books
Cetakan : 3, 2021
Tebal : 307 halaman
ISBN : 978-602-385-021-1
Peresensi : Aisyah Hardiana Putri
Berdomisili di Surabaya. Seorang mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Airlangga.

Berangkat dari tujuan untuk mengenalkan kembali karya-karya Budi Darma selaku maestro sastra Indonesia kepada generasi muda, sebuah kumpulan cerpen berjudul Orang- Orang Bloomington diterbitkan kembali sejak kali pertama terbit di tahun 1980. Sebagai nilai karya yang penting bagi khazanah literasi Indonesia, Penerbit Noura Books menerbitkan antologi cerpen Orang-Orang Bloomington. Melalui kumpulan cerpen ini, Budi Darma berhasil memperoleh penghargaan S.E.A. Write Award 1984 dari Pemerintah Thailand. Cerpen-cerpennya yang menginspirasi ini dihadirkan kembali untuk memperkenalkannya kepada pembaca muda. Penerbitan ulang ini juga sekaligus mengobati kerinduan para pembaca setia Budi Darma.
Orang-Orang Bloomington mengisahkan tujuh cerita pendek yang memuat manusia dengan segala dinamika kehidupannya. Kumpulan cerpen tersebut lahir setelah Budi Darma mendapat ilham ketika menempuh studinya di Universitas Indiana Bloomington. Budi Darma menyimpan tema-tema cerita tersebut dan berhasil menuliskannya dalam sebuah format kumpulan cerpen. Antologi cerpen Orang-Orang Bloomington ini memuat tujuh buah cerpen, yaitu (1) “Laki-Laki Tua Tanpa Nama”, (2) “Joshua Karabish”, (3) “Keluarga M”, (4) “Orez”, (5) “Yorrick”, (6) “Ny. Elberhart”, dan (7) “Charles Lebourne”. Cerita-cerita dalam antologi cerpen Orang-Orang Bloomington memberi perspektif lain terkait relasi dan konflik antarmanusia, seperti prasangka, kedengkian, keinginan yang menggebu, serta rasa kesepian dan asing. Cerpen-cerpen Orang-Orang Bloomington menawarkan problematika yang diangkat dari emosi-emosi terdalam manusia. Sebagaimana karakter Budi Darma saat

mengarang judul karya sastra lainnya, dalam antologi cerpen ini mengusung dasar cerita yang serba dingin, aneh, dan idiosinkrasi. Dalam ceritanya menangkap lika-liku manusia dalam berkehidupan. Kisahnya tertulis dalam sudut pandang orang pertama sehingga efek dan suasana batin antara tokoh-tokoh utama dengan tokoh-tokoh lainnya tergerai dan tergali dengan saksama. Cerpen-cerpen dalam buku ini umumnya menampilkan tema egoik dan tema tersebut erat dengan permasalahan moral, sosial, dan sikap-sikap individual manusia. Tema egoik yang dimaksud cenderung mengarah kepada masalah kekerasan hidup, dalam arti bahwa manusia senantiasa menemukan kesulitan dalam berkomunikasi dengan manusia- manusia lain. Kesulitan demikian mengakibatkan manusia senantiasa gagal untuk mencari dan menemukan identitas dirinya. Kesulitan menemukan identitas diri itu terutama disebabkan oleh kecenderungan manusia yang satu dan yang lain saling mempertahankan moralitas dan jati dirinya masing-masing. Selain bersifat egoik, cerpen-cerpen dalam Orang- Orang Bloomington juga cenderung dekat dengan esensi jiwa manusia. Sifat egoisme manusia terasa eksplisit karena kehadirannya didukung oleh beragam permasalahan kehidupan antara lain moral, sosial, jasmaniah, dan masalah hakikat manusia sebagai makhluk Tuhan. Secara keseluruhan, tema-tema dalam cerpen tersebut menggambarkan hakikat manusia yang paling dalam dan esensial. Alurnya memiliki konflik eksternal yang juga berpengaruh pada konflik internal dalam diri tokoh utama pada setiap cerpen. Hal tersebut tampak dalam pertentangan antara kenyataan dan keinginan-keinginan tokoh. Ketidaksesuaian antara keinginan dan kenyataan itu kemudian membelenggu batin para tokoh sehingga mereka merasa kesulitan dalam menentukan jalan yang harus ditempuh.
Buku kumpulan cerita pendek Orang-Orang Bloomington ini dapat dibaca oleh para penggemar cerita fiksi dan karya sastra. Untuk para pencinta buku bergenre absurdisme, antologi cerpen ini cocok sekali sebagai rekomendasi karena menampilkan tokoh-tokoh yang memiliki kelakuan unik sehingga pembaca dapat merasakan tingkah laku dan aksi-aksinya yang konyol. Selain itu, buku ini sesuai dengan pembaca yang menyukai cerita sederhana sekaligus berkesan karena Orang-Orang Bloomington berkisah tentang kehidupan keseharian yang lazim tetapi juga kompleks dan kelam.

———- ooo ———–

Tags: