Menhan Prabowo Ingatkan Pentingnya SDM dan Ketahanan Unggul

Menhan Prabowo Subianto usai memberikan kuliah umum dalam Rapat Kerja Nasional Forum Dekan Ilmu Sosial Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia, di Universitas Brawijaya Kota Malang, Minggu (3/7). ANTARA/Vicki Febrianto

Kota Malang, Bhirawa
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, mengingatkan pentingnya pertahanan nasional dan Sumberdaya Manusia (SDM) yang unggul, untuk membangun bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo, saat memberikan kuliah umum di Universitas Brawijaya (UB) Minggu (3/7) kemarin.
Tema yang diusung pada momen penting itu adalah Urgensi Ketahanan Nasional dalam Kepemimpinan Nasional. Prabowo menekankan pada kepemimpinan nasional yang unggul. Keunggulan itu dapat dibangun dari ketahanan nasional yang baik. Dan ketahanan yang baik berawal dari salah satunya aparatur atau SDM yang unggul. “SDM unggul dimulai dari seleksinya yang benar. Jangan karena saudara lalu diterima atau memperjualbelikan gelar akademik,” kata Menhan.
Selain itu, Prabowo juga percaya pada pentingnya peran perguruan tinggi. Ia menyampaikan bahwa ketika dirinya dilantik menjadi menteri, lembaga pertama yang dikunjungi adalah Universitas Pertahanan.
Di sana, Menhan meminta peningkatan kualitas manajemen pendidikan. “Saya minta tidak hanya S2 dan S3, tapi Unhan juga buka program studi S1 untuk membangun aparatur yang unggul untuk bangsa,” tegasnya.
Menurut dia pertahanan nasional sangat penting. Tidak ada negara di dunia yang aman dari ancaman, termasuk Indonesia. “Baru-baru ini ancaman kita adalah corona, membuat dunia terhenti. Maka kita harus selalu siaga,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UB, Prof Widodo, S.Si M.Si Ph.D Med.Sc mengatakan dengan inovasi-inovasi yang dimiliki saat ini diharapkan UB bisa berperan dalam pembangunan bangsa.
“Di Filkom kita mengembangkan sistem pertahanan negara melalui sistem drone. Sementara di FMIPA sedang bersingergi dengan PT Pindad untuk menghasilkan material amunisi mandiri buatan dalam negeri,”katanya.
Prof. Widodo menambahkan, UB tidak bisa berjalan sendiri sehingga perlu kerjasama, sinergi, dan arahan dari semua pihak termasuk Kementerian Pertahanan.
Kuliah umum Menhan ini, digelar dalam rangkaian Temu dan Rapat Kerja Nasional Forum Dekan Ilmu-ilmu Sosial PTN se-Indonesia (FORDEKIIS). Acara diikuti oleh 37 dekan dari seluruh Indonesia. Agenda tersebut diselenggarakan mulai Jumat-Senin, 1-4 Juli 2022 dan berpusat di FIA UB. [mut.wwn]

Tags: