Menilik Usaha Nutrisi Umpan Ikan Milik Ucang di Jombang

Produk nutrisi untuk umpan ikan yang diproduksi Kausar MD alias Ucang. Saat Covid-19 mulai melandai, produksinya kembali melesat. [istimewa]

Terpukul Pandemi, Tak Menyerah, Usaha Melesat Seiring Covid-19 Melandai
Kabupaten Jombang, Bhirawa
Melandainya kasus Covid-19 dua bulan terakhir menjadi angin segar bagi Kausar MD, warga Jalan Penegak, Mojongapit, Jombang. Hari-harinya kembali diisi kesibukan dengan menggenjot produksinya untuk meracik bahan, mengemas, kemudian memasarkan nutrisi untuk umpan ikan.
Pengusaha muda ini sudah lima tahun memproduksi nutrisi untuk umpan ikan dengan nama ‘Protein Powder’. Sejak pandemi Covid-19 melanda, usaha milik Kausar ikut terpukul. Pesanan nutrisi untuk umpan ikan ke sejumlah daerah menurun. Penghasilan Kausar MD dari usaha tersebut juga turun drastis.
Pada Sabtu (20/11) lalu, pria yang akrab disapa Ucang itu nampak sibuk di tempat usahanya. Dengan timbangan elektrik, Ucang menakar Protein Powder yang baru saja diraciknya.
Serbuk tersebut kemudian dimasukkan dalam kemasan plastik yang cantik. Kemasan bergambar dua ikan itu berisi 125 gram Protein Powder. Di bagian ujung kemasan tersebut dimasukkan ke mesin press, sehingga kemasan pun tertutup rapat.
Ucang tidak sendiri. Ada tiga orang yang membantunya. Mereka merupakan para karyawan produsen nutrisi umpan pancing tersebut. Setelah pengepresan, dilanjutkan dengan pengepakan. Protein Powder yang sudah tertata kemudian dimasukkan ke dalam kardus.
Ucang kemudian menuliskan alamat di kardus tersebut. Dia mengantarkan kardus berisi Protein Powder itu ke agen pengiriman barang yanga berada di Kota Jombang.
“Protein Powder adalah serbuk aroma perangsang ikan untuk tambahan umpan pancing khusus air tawar (Tombro, Nila, Patin, dan lain-lain). Cukup tambahkan 3-5 sendok dalam umpan pancing. Bisa untuk umpan putih atau coklat,” beber Ucang.
“Ini kirim ke distributor Protein Powder yang ada di Kalimantan Timur. Pemesanan Protein Powder kembali meningkat sejak dua bulan terakhir. Karena sudah banyak kolam pancing yang buka, seiring melandainya kasus Covid,” tambah dia.
Ucang menuturkan, usahanya ini dimulai pada tahun 2016 yang lalu yang awalnya bermula dari hobi. Saat itu dunia pemancingan sedang naik daun. Ucang melihat ada peluang bisnis yang bisa dimasuki dalam dunia hobi tersebut. Ucang sendiri selama ini memang memiliki hobi memancing.
Setelah melakukan analisa usaha, Ucang memulai peruntungan baru tersebut. Pemasaran awal, hanya di jaringan komunitas pemancing. Upaya Ucang kemudian berbuah manis. Protein Powder diterima di pasaran. Ucang juga mempromosikan hasil produksinya secara online. Ia mengikuti puluhan grup pemancing yang ada di media sosial. Lewat jaringan itulah Protein Powder dikenalkan.
“Dalam sehari, saya ulpload 50 gambar di puluhan grup FB (facebook) penghobi mancing, juga memasang iklan berbayar di FB. Dari situlah produk saya mulai dikenal,” tuturnya.
Tidak puas sampai di situ, Ucang juga mendatangi distributor peralatan memancing di sejumlah kota di Jawa Timur (Jatim). Dalam waktu dua tahun, Protein Powder dari Jombang ini merambah ke berbagai kota di Jatim seperti Mojokerto, Lamongan, Kediri, Sidoarjo, Malang, Surabaya, serta kota-kota lainnya.
Pesanan Protein Powder yang diproduksi Ucang juga merambah ke luar pulau. Di antaranya, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Pengiriman dilakukan sesuai permintaan. Terkadang satu minggu sekali, terkadang juga satu bulan sekali.
“Selain di kota-kota di Jawa Timur, kami juga sudah memiliki distributor di luar pulau. Semisal di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, hingga Papua. Karena saat ini kami hanya melayani tingkatan distributor,” ucapnya.
Ramainya dunia pemancingan terus mendongkrak usaha yang dimiliki Ucang. Selain ke luar pulau, permintaan juga datang dari Malaysia. Distributor tunggal Protein Powder di Malaysia bernama ‘Wong Kim Yong’.
Permintaan ke pasar Malaysia itu buah dari pemasaran yang dilakukan secara online. Karena tertarik, pengusaha asal Malaysia itu meminta dikirimi nutrisi tersebut. Saat ini, bahkan, sudah menjadi distributor tunggal Protein Powder di Malaysia.
“Pengiriman ke Malaysia tiga bulan sekali. Dalam sekali pengiriman sebanyak 300 pcs Protein Powder. Bahkan saat terjadi pandemi Covid-19, permintaan ke Malaysia tidak terdampak. Masih jalan hingga sekarang,” terangnya.
Ucang merinci, sebelum pandemi-Covid-19, omzet penjualan nutrisi tersebut tembus Rp 50 Juta per bulan. Namun situasi berubah setelah terjadi pandemi. Hal itu karena adanya kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat. Kerumunan-kerumunan dilarang dan akibatnya banyak kolam pemancingan yang tutup.
“Mulai 2020 ada penurunan omzet akibat pukulan pandemi. Sebelum pandemi, omzet kami Rp 50 juta per bulan. Namun mulai pandemi omzet tersebut anjlok hingga 80 persen. Saat gencar-gencarnya PPKM, omzet kami hanya Rp 5 Juta per bulan. Turun drastis,” tuturnya lagi.
Meski sempat terpukul pandemi, Ucang tidak lantas patah arang. Ia tetap berpikir keras untuk membidik peluang bisnis yang sudah ditekuninya beberapa tahun itu. Dia akhirnya berpandangan bahwa, dalam situasi pandemi tidak boleh menyerah.
Salah satu yang dilakukan Ucang yakni melakukan perbaikan di internal perusahaannya dengan cara melakukan riset, serta membangun jaringan dengan agen-agen di market place. Dan ketika pandemi sudah usai, unit usaha miliknya bisa kembali berlari kencang.
Selain Protein Powder, kini Ucang menghasilkan tiga produk lainnya yakni, Fixpro, kemudian Hoky Fish, serta Maxpro. Tiga produk tersebut masih berkaitan dengan dunia pemancingan. Fixpro merupakan cairan yang dioleskan pada senar pancing. Tujuannya, agar senar mudah tenggelam dan merawat senar serabut. Dalam satu botol Fixpro berisi 30 ml.
“Cairan ini memproses aroma essen menjadi maksimal dan mencegah penguapan. Sehingga aroma essense menjadi awet dan tahan lama. Meski demikian, Fixpro tidak mengubah aroma asli essen,” kata Ucang.
Sedangkan Hoky Fish merupakan racikan umpan jadi yang teksturnya sangat lembut dan mengandung asam amino. Lanjut dia, Hoky Fish memiliki tiga varian rasa. Yakni, original, amis gurih, dan vanilla milk. Racikan umpan tersebut menurut Ucang sangat cocok untuk lomba harian dan galatama ikan mas.
“Yang terakhir adalah Maxpro. Ini merupakan assen atau aroma pancing. Dalam satu botol kecil berisi 20 ml. Diformulasikan khusus untuk lomba galatama dan harian. Bisa untuk semua ikan air tawar di seluruh perairan Indonesia,” terang Ucang.
Seiring kasus Covid-19 yang mulai melanda, kolam pemancingan mulai dibuka. Tak heran, sejak dua bulan terakhir ini bisnis yang digeluti Ucang mengeliat kembali. Pemesanan dari berbagai daerah juga mulai berdatangan, sehingga, omzet dari penjualan juga naik.
“Alhamdulillah, sejak kasus Covid melandai, kolam pancing banyak yang buka. Kini omzet penjualan nutrisi dan beberapa produk lainnya perlahan meningkat. Bulan kemarin omzet kembali naik. Tidak lagi Rp 5 juta, tapi berada di angka Rp 20 juta,” tutupnya. [Arif Yulianto]

Tags: